Breaking News:

Pelajar Terpaksa Lintasi Jembatan Rusak

Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) di Gampong Meurenya Tanjong, Kecamatan Padang Tiji,

* Saat Pergi dan Pulang Sekolah

SIGLI - Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) di Gampong Meurenya Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, setiap hari harus melintasi jembatan rusak saat pergi dan pulang sekolah. Jika tidak menaiki jembatan rusak itu, para orang tua murid harus menempuh rute memutar hingga dua kilometer, untuk mencapai SD Pante Meurenya.

Keuchik Gampong Meurenya, Alimi, Sabtu (27/8) mengatakan, anak sekolah (SD dan SMP) di gampong itu, sudah setahun lebih menggunakan jembatan rusak sebagai sarana penyeberangan saat pergi dan sekolah.

Untuk bisa ke seberang sungai, siswa maupun warga terpaksa berjalan di atas dua papan yang diletakkan di atas jembatan rusak itu. “Setiap hari, para pelajar ini bertaruh nyawa melintasi jembatan rusak ini. Sebab, jika harus menempuh jalur lain akan memakan waktu dan biaya tinggi,” ujarnya.

Akibat jembatan rusak tak juga diperbaiki, para orang tua banyak yang kemudian memindahkan anaknya untuk bersekolah ke SD Brabo yang jauhnya mencapai tiga kilometer, karena khawatir keselamatan anak-anak mereka.

Jembatan rusak yang dibiarkan oleh pemerintah ini, sebelumnya juga sudah memakan korban, yakni pasangan suami istri yang jatuh ke sungai karena memaksakan diri melintasi jembatan itu menggunakan sepeda motor.

“Korban jatuh ke sungai saat pulang dari kebunnya di seberang sungai. Beruntung mereka masih selamat. Namun kami berharap peristiwa seperti ini tak terjadi lagi. Karena itu pemerintah harus segera memerbaikinya,” harapnya.

Menurut Alimi, pemerintah seharusnya tak menunda-nunda perbaikan jembatan ini. Karena selain rawan memakan korban jiwa, sara penyeberangan ini juga urat nadi bagi petani setempat dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan mereka, untuk dijual ke pasar Padang Tiji dan Grong-Grong.

Jembatan ini, sempat dibangun pada tahun 2014 dengan mengerjakan dua abutmen (kepala jembatan). Namun kemudian pembangunannya tidak dilanjutkan di 2015 dan 2016 ini.

Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, Muhammad Nazar ST MT yang dihubungi Serambi, Minggu (28/8), menjelaskan, pembangunan jembatan ini baru akan dilanjutkan pada tahun 2017. Biayanya dari dana Otsus untuk pemasangan rangka jembatan bagian atas. “Kami berharap warga bersabar, karena pembangunan jembatan ini baru akan dilanjutkan tahun depan,” katanya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved