Warga di Pesisir Kesulitan Air Bersih

Warga Gampong Pasi Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, mengeluhkan sulitnya mendapat

SIGLI - Warga Gampong Pasi Peukan Baro, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, mengeluhkan sulitnya mendapat suplai air bersih, meskipun gampong ini masih berada di seputaran Kota Sigli yang merupakan ibukota kabupaten. Bahkan untuk kebutuhan wudhu di meunasah setempat, pengurus meunasah harus membeli air ke PDAM yang disuplai menggunakan mobil tanki setiap dua hari sekali.

Sekretaris Gampong Pasi Peukan Baro, Putra Karyanto, Senin (29/8) mengaku, sulitnya mendapat air bersih di daerah ini sudah berlangsung sejak pascatsunami (tahun 2005). “Padahal, kawasan ini sudah terpasang jaringan pipa dan meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tapi, hingga kini air tetap saja tak mengalir,” ujarnya.

Masyarakat setempat sangat berharap agar perusahaan air minum dapat memfasilitasi air bersih masuk ke desa tersebut itu. Sebab kawasan Pasi Peukan Baro merupakan daerah pesisir yang hanya terpaut beberapa meter dari bibir pantai. Sehingga air sumur tidak layak untuk dikonsumsi.

Direktur PDAM Tirta Mon Krueng Baro, Sigli, Drs Ridwan yang ditanyai Serambi, mengaku distribusi air ke kawasan ini tidak bisa dilakukan karena jaringan pipa yang ada sekarang tidak berfungsi lagi. Sehingga air tidak bisa dialiri.

“Kami sudah usul pemasangan jaringan baru ke sejumlah kawasan, termasuk ke Gampong Pasi Peukan Baro, dalam APBK-Perubahan tahun 2016. Jika disetujui, maka pada tahun 2017, air bisa dialiri air ke sana,” kata Ridwan.

Ia mengaku, jaringan pipa yang ada saat ini dipasang pascatsunami. Tapi tidak dapat difungsikan karena sudah jauh tertimbun. Sehingga sulit dialiri.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved