Mengejar Mutu Tanpa Melupakan Akses

PEMBANGUNAN Pendidikan Aceh pada tahun 2016 ini dantahun 2017 mendatang lebih mengarah

PEMBANGUNAN Pendidikan Aceh pada tahun 2016 ini dantahun 2017 mendatang lebih mengarah pada peningkatan mutu. Namun, Pemerintah Aceh tetap memberikan per-hatian dan tidak akan pernah melupakan pada perluasan akses.

Kepala Dinas PendidikanAceh, Drs Hasanuddin DarjoMM mengatakan sesuai dengan Anggaran Tahun 2016, Pemerintah Aceh telah menyediakandana sebesar Rp 731,929,593,137 untuk DinasPendidikan Aceh dari total anggaran pendidikan Aceh seluruhnya yang mencapai Rp 1,191,378,440,000. Dari Rp 731,3 milyar, sebagian besar atau sekitar 64% anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan Aceh diperuntukkan untuk peningkatan mutu.

Sedangkan untuk perluasanakses Rp 192,8 milyaratau sekitar 28%, Pendidikan Islami Sebesar Rp 10,4 milyar atau sekitar 2%, dan tata kelola pendidikan Rp 28,7 milyar atau sekitra 4%. sesuai dengan arahan Bapak Gubernur dr H Zaini Abdullah, saat ini Dinas Pendidikan Aceh memang sedang fokus pada peningkatan mutu. Peningkatan mutu ini dinilai sangat penting dan strategis untuk menghadapi persaingan global.

Karena itu, kata Hasanuddin Darjo, untuk melakukan percepatan peningkatan mutu ni, selain memberikan pelatihan untuk guru, kepala sekolah, juga untuk pengawas sekolah. “Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Aceh juga harus meningkatkan kualitas tenaga pependidikan,” tegasnya.

Kenapa harus fokus pada eningkatan mutu? Ya.. karena jumlah sekolah kita di Aceh sebenarnya sudahcukup memadai dan hampir merata di seluruh Aceh. Hanya saja, mungkin kondisi fisiknya yang masih beda antarasatu sekolah dengan sekolah lainnya. Sedangkan menyangkut dengan mutu. Masih banyak yang kurang antara satu daerah dengan daerah lainnya. Apalagi, kalau kita membanding dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa.

Sementara persaingan diera global ini semakin keras. Hanya mereka-mereka yang mendapat pendidikan bermutu yang mampu bersaing. “Karena itu, mau tidak mau, kita harus menyiapkan lulusan sekolah yang bermutu sehingga mereka mampu dan siap bersaing di era globalisasi ini,” tegas Hasanuddin Darjo. Saat ini, di Aceh terdapat 3.408 SD (3.302 SDN dan 106 SDS), 1.041 SMP (857 SMPN dan 184 SMPS), 491 SMA (380 SMAN dan 111 SMAS), dan sebanyak 190 SMK (135 SMKN dan 55 SMKS). Sedangkan total jumlahsiswa yang harus dilayani sebanyak 480.768 murid SD, 196.069 siswa SMP, 132.918 siswa SMA, dan sebanyak 45.293 siswa SMK.

Hasanuddin Darjo menyebutkanada 10 Fokus Kegiatan Dinas Pendidikan Aceh yang menyangkut peningkatanmutu dan daya saing: 1. Pendidikan dan pelatihan guru, kepala sekolah danpengawas 2. Peningkatan wawasan keunggulan guru dan siswa 3. Magang guru, tenaga kependidikan dan siswa 4. Pengembangan Pendidikankejuruan 5. Penyediaan alat praktikdan peraga 6. Penyediaan buku pengayaan/ perpustakaan 7. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung pengembangan mutu (pembangunanlaboratorium dan perpustakaan) 8. Penyediaan beasiswa untuk anak yatim 9. Pengembangan Sekolah unggul 0.Penyediaan Beasiswa S1, S2, dan S3 dalam dan luar negeri (LPSDMA).(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved