Breaking News:

9 Awak KM Rezeki Kembali ke Rumah

Sembilan nelayan asal Idi Rayeuk, Aceh Timur, awak dari Kapal Motor (KM) Rezeki Baru yang tenggelam Rabu (31/8) malam

Editor: hasyim

IDI - Sembilan nelayan asal Idi Rayeuk, Aceh Timur, awak dari Kapal Motor (KM) Rezeki Baru yang tenggelam Rabu (31/8) malam di ujung perairan Peureulak, Jumat (2/9) kemarin telah diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan sehat dan sudah kembali ke rumah masing-masing.

Mereka diserahkan ke pihak keluarganya oleh Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Kolonel Marinir Nasrudin yang diwakili Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Idi Rayeuk, Letda Laut Helmi Yusuf.

Letda Laut Helmi Yusuf menyebutkan, kesembilan ABK Rezeki Baru itu diberangkatkan dari areal parkir Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan pukul 15.00 WIB, Kamis (1/9) menuju terminal bus di Medan. Kemudian, mereka naik bus BK 7703 AA menuju Idi Rayeuk pukul 17.30 WIB. Tiba di Posal Idi Rayeuk, Gampong Blang Gelumpang, Aceh Timur, pada hari Jumat (2/9) pukul 02.05 WIB. Disambut langsung oleh pihak keluarga, didampingi Kasat Pol Airud, Iptu Pidinal Limbong, Wakil Panglima Laut Razali, Kasi Perizinan dan Perlindungan Hukum Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Timur, Mahdi SP, dan Herman selaku petugas Syahbandar PPN Idi.

Di Posal Idi Rayeuk, Syaiful selaku tekong (nakhoda) KM Rezeki Baru dimintai keterangan secukupnya oleh petugas Posal setempat. “Setelah itu, pukul 03.10 WIB kesembilan ABK tersebut kami serakan kepada pihak keluarga yang diwakili Keuchik Gampong Keutapang Mameh, Mahdi,” ungkap Komandan Pangkalan TNI AL Lhokseumawe, Kolonel Marinir Nasrudin melalui Danposal Idi Rayeuk, Letda Laut Helmi Yusuf kepada Serambi, Jumat (2/9).

Sebagaimana diberitakan kemarin, kesembilan nelayan tersebut merupakan warga Aceh Timur. Pada hari Rabu (31/8) mereka melaut naik KM Rezeki Baru. Saat berada di perairan Peureulak (sekitar 20 mil ujung Peureulak) Aceh Timur, lambung boat itu bocor diterjang ombak besar. Menjelang boat karam, tekong (nakhoda) dan delapan awaknya berhasil meraih pelampung. Dengan pelampung itulah mereka betahan sekitar lima jam di laut dan hanyut ke Selat Malaka.

Kebetulan sebuah kapal Jepang, MV Kurushima melintas menuju Singapura. Kapten kapal itu bersama awaknya menyelamatkan para nelayan Idi Rayeuk yang terapung-apung itu. “Awak MV Kurushima mendapati para nelayan Idi Rayeuk dalam keadaan terapung-apung sambil meminta tolong. Setelah ditolong, kapten MV Khurusima berkomunikasi dengan TNI AL (Satkamla Belawan), lalu mereka dijemput menggunakan KAL Telaga Tujoh yang siaga di Lantamal I Belawan. Tiba di Belawan hari Kamis, sekitar pukul 03.00 WIB,” jelas Letda Laut Helmi Yusuf.

Di Belawan, mereka disambut regu Search and Rescue (SAR) Sumut serta pihak Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I. Para nelayan itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit TNI AL Belawan untuk diperiksa kesehatannya. Ternyata dua orang di antaranya harus menjalani perawatan serius karena banyak terminum air laut.

Setelah proses perawatan dinilai cukup, para nelayan Idi Rayeuk itu pun dikembalikan ke kampungnya.

Danposal Idi Rayeuk, Letda Laut Helmi Yusuf menambahkan, KM Rezeki Baru tenggelam Rabu (31/8) pada koordinat 05 10 Lintang Utara-098 04 Bujur Timur, sekitar 20 mil ujung Peureulak, Aceh Timur. Nakhoda dan seluruh awaknya selamat. Mereka adalah Syaiful (tekong), warga Gampong Keutapang Mameh, Kamal (18), dan Kiki Ahmad Dhani (21), warga Gampong Titi Baroe, Kecamatan Idi Rayeuk.

M Abas (56), Aji Akbar, dan Nurdin (22) ketiganya warga Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya.

Ridwan (26) dan Darlis (22), keduanya warga Gampong Seunebok Dalam, Kecamatan Nurussalam (Bagok), dan Zakaria (40), warga Gampong Blang Miduen, Kecamatan Julok, Aceh Timur. (c49)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved