Ibadah Haji 2016

JCH Kloter 9 Bertolak ke Jeddah

Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 9 sudah

* Bus ke Masjidil Haram Distop

BANDA ACEH - Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 9 sudah bertolak ke Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (5/9) pukul 16.17 WIB, menggunakan pesawat Garuda jenis Boeing 747 seri 400.

JCH Aceh yang tergabung dalam kloter terakhir ini berjumlah 70 orang. Mereka berasal dari Bireuen, Bener Meriah, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Besar, Kota Lhokseumawe, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya.

“Dalam kloter ini juga tergabung JCH dari Makassar dan Jakarta,” kata Koordinator Subbag Keprotokolan Humas dan Penerangan PPPIH Embarkasi Banda Aceh, H Rusli Lc, kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (5/9).

Rusli juga menambahkan, JCH asal Gampong Muko Kuthang, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, yaitu Zainal Abidin bin Abdul Wahab (53) yang ditunda keberangkatannya karena adanya kesalahan teknis pada visanya juga ikut berangkat ke Jeddah kemarin dengan kloter 9. Zainal Abidin berangkat bersama sang istri, Habsah binti M Amin (45) yang saat itu memilih tak berangkat apabila suaminya urung ke Tanah Suci, meski paspor dan visanya tak bermasalah.

Sementara itu, Rusli menyebutkan JCH Aceh yang sudah tiba di Tanah Suci dari kloter 1 hingga 8 berjumlah 3.122 orang. Terdiri atas laki-laki 1.194 orang, perempuan 1.928 orang. Sedangkan waiting list (daftar tunggu) JCH Aceh sampai 5 September 2016 berjumlah 80.344 orang. Artinya, orang yang mendaftar haji tahun ini, normalnya baru bisa berangkat 23 hingga 25 tahun lagi.

Secara terpisah General Manager PT Garuda Indonesia Aceh, Nano Setiawan mengatakan, pesawat yang digunakan untuk memberangkatkan JCH gabungan ini berbadan lebar jenis Boeing 747 seri 400 dengan registrasi PK-GSH. Kapasitasnya, 457 seats.

Pesawat itu tiba di Bandara SIM Blang Bintang, Senin (5/9) pukul 14.58 WIB sebelum take off ke Jeddah pukul 16.17 WIB.

Nano menyebutkan, kloter 9 sebagai kloter gabungan ini jumlah jamaahnya 414 orang. Terdiri atas JCH Makassar 154 orang, Jakarta 137 orang, Mataram 53 orang, dan Aceh 70 orang.

“JCH dari Mataram menggunakan pesawat reguler ke Makassar untuk bergabung dengan jamaah haji di sana (Makassar). Selanjutnya dari Makassar mereka ke Halim Perdana Kusuma lalu ke Aceh dan langsung ke Jeddah,” demikian Nano Setiawan.

Sementara itu, Wartawan Serambi Indonesia, Herianto, dari Mekkah tadi malam melaporkan, terhitung Selasa (6/9), pengoperasian bus untuk JCH yang menginap di kawasan pemondokan Maktab Mahbasjin yang berjarak 2 km dari Masjidil Haram, sudah dihentikan/distop.

Penghentian operasional bus angkutan gratis untuk JCH ke Masjidil Haram itu telah membuat konsentrasi massa yang beribadah ke Baitullah jadi sedikit longggar, tidak sepadat biasanya.

Yusro Yusuf, petugas dari Indonesia yang berada di Terminal Bus Maktab Mahbasjin yang ditanyai Serambi, Senin (5/9) mengatakan, penyetopan sementara angkutan bus untuk JCH yang disediakan Pemarintah Arab Saudi ke jurusan Masjidil Haram sudah menjadi kebijakan tahunan. Ini dilakukan setiap tiga hari menjelang pelaksanaan wukuf di Arafah.

Kalau bus jamaah tersebut tidak distop operasionalnya, maka jamaah terus membanjiri Masjidil Haram dan itu bisa menguras tenaganya. “Padahal, waktu pelaksanaan wukuf di Arafah, mahbid (bermalam) di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina justru sangat membutuhkan tenaga besar dan stamina tubuh yang kuat. Jangan sampai nanti JCH banyak yang lemah dan jatuh pingsan, mengingat musim haji tahun ini suhu udara di Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina diperkirakan bisa mencapai 49-51 derajat Celcius,” kata Yusro Yusuf.

Suhu udara setinggi itu, kata Yusro, untuk JCH dari Indonesia terbilang sangat tinggi. Makanya, salah satu cara untuk mengurangi mereka ke Masjidil Haram adalah dengan menyetop angkutan bus umum gratis ke Masjidil Haram, sampai pelaksanaan haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada 13 September 2016. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved