Kekurangan Vitamin B12 dapat Merusak Otak dan Penuaan

"Depresi, dimensia dan kelainan mental sering berhubungan dengan kekurangan vitamin B12 dan pendamping vitamin B fola

Thinkstockphotos
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Seabad silam peneliti menemukan beberapa orang mengalami penyakit yang disebut pernicious anemia, kekurangan sel darah merah yang diindetifikasi sebagai penyakit autoimun penyebab kekurangan sel-sel yang dibutuhkan untuk menyerap vitamin B12 di perut.

Orang yang menderita penyakit ini bertingkah laku tak menentu dan akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa.

"Depresi, dimensia dan kelainan mental sering berhubungan dengan kekurangan vitamin B12 dan pendamping vitamin B folat. Khususnya pada orang tua," kata Dr. Rajaprabhakaran Rajarethinam, psikiater di Wayne State University School Medicine.

Ia menggambarkan, wanita usia 66 tahun dirawat karena depresi parah, psikosis dan kekurangan energi serta minat pada kehidupan. Ia juga mengalami kadar vitamin B12 sangat rendah. Gejala-gejala itu hampir seluruhnya dipulihkan oleh injeksi vitamin.

Para peneliti Eropa pun membuktikan, memberikan vitamin B12 kepada orang yang kekurangan membantu melindungi daerah di otak yang rusak karena penyakit Alzheimer's.

Begitupun pada studi dua tahun di University of Oxford terhadap 270 orang penderita gangguan kognitif ringan dan kadar vitamin B12 rendah, Dr Helga Refsum, profesor gizi dari University of Oslo menemukan, pengurangan atropi di otak pada mereka yang diobati dengan dosis tinggi vitamin tersebut.

"Kekurangan vitamin B12 adalah penyebab masalah kognitif lebih daripada yang kita pikir, terutama pada lansia yang hidup sendiri dan makan dengan tidak benar," kata Dr Rajarethinam.

Diperkirakan sekitar 10-30 persen orang berusia di atas 50 tahun memroduksi terlalu sedikit asam lambung untuk melepas B12 dari protein pembawanya dalam makanan. Dan semakin lama persentase kekurangan asam lambung ini makin meningkat.

Tetapi, masyarakat tidak tahu mereka mengalami kekurangan asam lambung. Faktanya, hasil penelitian orang dewasa muda yang disebut Framingham Offspring Study menemukan, kekurangan penyerapan B12 dari makanan menjadi masalah lazim pada orang dewasa usia 26 sampai 49 tahun.

Karena itu, direkomendasikan orang dewasa berusia lebih dari 50 tahun mendapatkan kebutuhan B12 harian, sebanyak 2,4 mikrogram untuk di atas usia 14, sedikit lebih banyak untuk ibu hamil dan menyusui dari makanan yang mengandung vitamin B12 ataupun dengan mengonsumsi suplemen multivitamin.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved