Breaking News:

Kekurangan Vitamin B12 dapat Merusak Otak dan Penuaan

"Depresi, dimensia dan kelainan mental sering berhubungan dengan kekurangan vitamin B12 dan pendamping vitamin B fola

Thinkstockphotos
Ilustrasi 

Vitamin B12 sintentis tidak melekat pada protein, sehingga tidak membutuhkan keberadaan asam lambung untuk merilisnya.

Orang-orang tertentu juga berisiko mengalami kekurangan vitamin B12. Mereka yang termasuk adalah kaum vegetarian dan vegan yang mengonsumsi sedikit atau tanpa makanan hewani.

Orang yang menderita penyakit lambung dan usus kecil seperti celiac disease dan Crohn's disease, pengonsumsi proton-pump inhibitor untuk mengontrol acid reflux, mereka yang menjalani bedah untuk penurunan berat badan, mereka yang menjalani pengobatan kanker, serta lansia tergolong berisiko kekurangan B12.

Kekurangan vitamin B12 ini butuh bertahun-tahun untuk terjadi. Namun ketika gejalanya terjadi, dapat menyebabkan kesusahan dan akhirnya menimbulkan kehancuran. Sulit pula untuk menemukan gejala kekurangan vitamin ini.

David G. Schardt, ahli gizi senior dari Center for Science in the Public Interest, mencatat gejala kekurangan vitamin ini berupa lelah, kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, lemah otot dan kekurangan refleks yang mungkin berlanjut menjadi kebingungan, depresi, kehilangan memori dan dimensia ketika kekurangan vitamin itu jadi makin parah.

Gejala awal dapat dihilangkan dengan vitamin B12 dosis tinggi lewat injeksi. Tetapi, gejala yang berkaitan dengan kerusakan saraf dan dimensia menjadi lebih permanen. Karena itu, penting bagi orang berisiko kekurangan vitamin ini untuk diperiksa secara teratur.

Vegetarian dan vegan dapat menambah asupan B12 dari tempe atau makanan nabati yang diperkaya vitamin ini. Ini bisa ditemukan pada sereal dan produk kedelai.

Tetapi Dr Ralph Carmel, ahli hematologi yang berafiliasi dengan New York University pernah meneliti efek B12 selama puluhan tahun. Ia memperingatkan bahaya mengonsumsi megadosis B12.

"Kami belum tahun dampak jangka panjangnya. Pada lansia yang kekurangan B12, saya tak keberatan diberi 500 hingga 1.000 mikrogram vitamin ini sehari. Tetapi asupan 5.000 mikrogram itu tidak masuk akal," katanya.(NY Times)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved