Breaking News:

Pemuda Dominasi Pembelian Saham

Kalangan muda atau pemuda usia 18 hingga 25 tahun mendominasi pembelian saham di Pasar Modal

Editor: bakri

BANDA ACEH - Kalangan muda atau pemuda usia 18 hingga 25 tahun mendominasi pembelian saham di Pasar Modal Aceh dengan jumlah 32 persen dari sekitar 4.000 investor. Kalangan muda yang berprofesi sebagai pelajar dan mahasiswa ini menyisihkan uang jajannya untuk berinvestasi dengan membeli saham sebesar Rp 100.000- Rp 200.000.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Aceh, Thasrif Murhadi, menyampaikan hal i ni dalam sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu, di Hotel The Pade, Aceh Besar, Senin (5/9). Selanjutnya, di posisi kedua ditempati usia 41 hingga 100 tahun dengan persentase 28 persen, dan ketiga usia 31 hingga 40 tahun 24 persen, serta usia 26 hingga 30 tahun hanya sebesar 16 persen.

“Dilihat berdasarkan pekerjaan, pelajar dan mahasiswa tetap mendominasi dalam pembelian saham ini. Sementara diurutan kedua ditempati oleh pegawai swasta dan ketiga pegawai negeri,” katanya.

Meski pembelian saham didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, Thasrif menyebutkan jumlah aset paling banyak dimiliki oleh pengusaha yang mencapai Rp 56 miliar lebih, pegawai swasta Rp 26 miliar lebih, dan pegawai negeri Rp 8 miliar lebih. Sedangkan pelajar dan mahasiswa memiliki aset Rp 2,5 miliar.

Thasrif menyebutkannya saat ini pihaknya memiliki lima galeri investasi d Aceh yaitu di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Universitas Muhammadiyah Banda Aceh, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Universitas Almuslim Bireuen, dan IAIN Cot Kala Langsa. “Kami mengajak teman-teman pelajar dan mahasiswa untuk menyisihkan sebagian uang jajannya guna membuka rekening saham,” katanya.

Selain itu dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BEI dan OJK ini juga dihadiri Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, Gonthor R Aziz yang menyampaikan pihaknya juga menyelenggarakan seminar pasar modal pada Selasa (6/9) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Rabu (7/9) di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

“Kegiatan itu dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, dan pelaku bisnis di daerah atas isu aktual di pasar modal. Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK Pusat, Luthfi Zain Fuady, mengimbau masyarakat mewaspadai atau berhati-hati terhadap investasi bodong atau tidak jelas. Ciri-cirinya, yaitu menjanjikan investasi yang tinggi, menggunakan metode multi level marketing (MLM) dan tidak ada barang yang dijual, dan tidak pernah bertemu dengan pengelolanya melainkan hanya secara online saja.

Hal ini dikatakan Luthfi, masyarakat dapat melapor ke Sekretariat Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan, Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4, Jakarta 10710 atau di website waspadainvestasi@ojk.go.id. Maupun layanan konsumen otoritas jasa keuangan 1500 655.

Beberapa tips untuk menghindari investasi bodong yaitu sebelum berinvestasi di perusahaan multi level marketing, cari tahu informasi mengenai perusahaan, karyawan, dan produknya, minta salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan dari perusahaan, hindari promotor yang tidak dapat menjelaskan rencana bisnis perusahaan, cari tahu apakah ada permintaan untuk produk sejenis di pasaran, dan semakin besar keuntungan yang diimingi, maka semakin besar resiko kerugian yang akan dialami. (una)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved