Ratusan Warga Bandarbaru Kepung Kantor Bupati Pidie Jaya
Kedatangan ratusan warga asal kecamatan paling barat di Pijay itu, memprotes kebijakan penyerahan stempel ke pemimpinan Gampong Pueb Lueng Nibong,
Penulis: Idris Ismail | Editor: Faisal Zamzami
Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Ratusan Warga dari Gampong Puep Lueng Nibong, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, Selasa (6/9/2016) siang hingga petang mengepung kantor bupati setempat.
Kedatangan warga untuk menyampaikan aspirasi menuntut pencopotan keuchik desa mereka yang dinilai bermasalah, dan meminta agar pihak pemerintah setempat tidak memaksakan diri menyerahkan stempel ke pimpinan gampong.
Kedatangan ratusan warga asal kecamatan paling barat di Pijay itu, memprotes kebijakan penyerahan stempel ke pemimpinan Gampong Pueb Lueng Nibong, Nazaruddin M Daud oleh Kepala Bagian Pemerintahan (Kabagpem) Setdakab Pijay, Muslim Khadri SSTP. Nemun, kedatangan sang Keuchik Nazaruddin M Daud telah ditunggui oleh ratusan warga dipelataran parkir utama kantor bupati.
Tak ayal, ratusan kaum hawa yang berang dengan sosok raut wajah keuchik bermaslah yang pernah menyandang status sosial selaku Nara Pidana (Napi) atas kasus penggelapan Raskin pada Mei 2015 lalu itu menjadi incaran. Warga yang merasa kesal melampiahkan amarah dengan menarik pakaian dan menyeretnya. Namun aksi itu dapat diredam oleh aparat Polisi, TNI serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang telah siaga dilokasi.
"Penolakan pemberian stempel kepada Keuchik bermasalah ini diikarenakan selama ini laporan pertanggungjawaban (LPJ) Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) 2015 lalu sebesar Rp 448 juta tak kunjung dipertangujawabkan dihadapan masyarakat umum," sebut koordinasi aksi, Abdullah Amin bersama Marzuki dan Tgk Aiyub Yacob kepada Serambinews.com, Selasa (6/9/2016) petang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-gampong-pueb-lueng-nibong-kecamatan-bandarbaru-pidie-jaya-mengepung-kantor-bupati_20160907_151718.jpg)