USAID Prioritas Latih 60 Dosen dan Guru

USAID Priortas memberikan pelatihan bagi 60 orang dosen pendamping lapangangan dan guru pamong Praktik Pengalamanan Lapangan

BANDA ACEH - USAID Priortas memberikan pelatihan bagi 60 orang dosen pendamping lapangangan dan guru pamong Praktik Pengalamanan Lapangan (PPL) mahasiswa Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Hotel Grand Aceh Syariah, Lamdom, Banda Aceh. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (6-8/9) yang menghadirkan pemateri dari USAID Indonesia Jakarta.

Manager Proyek USAID, Mimy Santika, Kamis (8/9) mengatakan, PPL merupakan salah satu fase penting untuk memberikan bekal pengalaman mengajar yang baik bagi mahasiswa. Pengalaman mengajar yang baik akan diperoleh, antara lain melalui bimbingan secara kolaboratif oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) dan guru pamong (GP).

Mimy menjelaskan, USAID Prioritas bersama-sama dengan dua LPTK yakni FKIP Unsyiah dan FTK UIN Ar Raniry memerlukan peningkatan peran efektif DPL dan guru pamong untuk membimbing para mahasiswa praktik. Selama ini, komunikasi  antara DPL, guru pamong dan mahasiswa praktik masih cenderung searah dan kurang intensif, sehingga pemantauan progress kemampuan mengajar praktikan kurang komprehensif. “Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan masukan alternatif untuk pembimbingan,” ujar Mimy Santika.

Ia menandaskan, USAID Prioritas harus betul-betul mempersiapkan pelatihan ini sehingga saat mahasiswa praktik yang sedang PPL mendapatkan praktik yang baik dari sekolah dan menjadi bekal ketika menjadi guru. Dalam kunjungannya ke Provinsi Aceh, Mimy sempat melakukan bekunjung ke Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya yang menjadi wilayah kerja USAID Prioritas selain tujuh kabupaten lainnya. Mimy mengakui mendapatkan banyak pengalaman keberhasilan yang diperlihatkan oleh sekolah mitra USAID Prioritas.

“Banyak perubahan pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah, pembelajaran sudah mulai aktif dan guru tidak lagi berdiri di depan kelas menjadi sumber belajar, tetapi guru menjadi fasilitator dalam pembelajaran,” ujar Mimy Santika. Pelatihan itu diikuti 60 peserta terdiri 20 DPL, 20 GP, 20 mahasiswa dan enam instruktur dari Unsyiah dan UIN Ar-Raniry.(min)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved