Breaking News:

DR Mukhlis PaEni Terbitkan Buku "Riak di Laut Tawar" dengan Kulit Kerawang Gayo

"Saya minta izin ya, menggunakan kain kerawang gayo sebagai kulit buku saya,"

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
DR Mukhlis PaEni, saat mengamati kain kerawang gayo yang dikenakan seniman Gayo, Zailani. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- DR Mukhlis PaEni, salah seorang anggota tim ahli penetapan warisan budaya tak benda Indonesia, akan menerbirkan buku dengan cover (kulit depan) kain kerawang gayo.

Buku tersebut berjudul "Riak di Laut Tawar."

"Saya minta izin ya, menggunakan kain kerawang gayo sebagai kulit buku saya," kata Mukhkis PaEni, kepada Serambinews.com, Kamis (15/9/2016) malam di Jakarta.

Prof berdarah Bugis ini menyempatkan diri memotret kain kerawang gayo yang dikenakan Zailani, seniman Gayo, seusai memeragakan beberapa gerak Guel di hadapan peserta sidang penetapan warisan budaya tak benda.

Buku "Riak di Laut Tawar" adalah disertasi Mukhlis PaEni yang ia tulis selepas melakukan penelitian di Tanah Gayo pada 1981. Buku tersebut berisi membahas kelanjutan tradisi perubahan dalam masyarakat Gayo, Aceh Tengah.

Mantan Ketua Lembaga Sensor Film dua kali melakukan penelitian di Tanah Gayo. Pertama pada 1977, ia mengunjungi kota dingin itu dalan rangka penelitian ilmu-ilmu sosial.

Lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 7 Mei 1948. Pendidikan S1 Fakulas Sastra Universitas Gajah Mada (1975), S2 dan S3 Antropologi Sosial di University of Oslo, Norwegia (1983). 

Mukhlis  pernah  menjabat sebagai Kepala Arsip Nasional RI (1997-2003), Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (2003-2006), Dirjen NBSF (Nilai Budaya Seni dan Film) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (2007-2008), dan Ketua LSF (2009-2014). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved