Gen Penyakit Malaria Ditemukan pada Etnis Aceh

Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah, Banda Aceh, yang juga dokter spesialis penyakit

Gen Penyakit Malaria Ditemukan pada Etnis Aceh

JAKARTA - Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah, Banda Aceh, yang juga dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Dr Kurnia F Jamil, menemukan adanya gen penyakit pada pasien malaria etnis Aceh.

Penelitian ini baru pertama dilakukan di Indonesia, khususnya pada pasien malaria etnis Aceh dan menjadi informasi pertama kali di dunia, di bidang penyakit tropik, yaitu malaria. Penelitian itu terkait hubungan turunan gen atau alel malaria, terhadap berat ringannya penyakit, gejala klinis malaria dan respon terapi malaria. “Saya memilih etnis Aceh, karena saya orang Aceh dan berdomisili di Aceh,” kata Dr Kurnia F Jamil kepada Serambi, Kamis (22/9).

Kurnia melakukan penelitian penyakit malaria di Aceh khususnya tentang tipe genetik pada jenis malaria tropika (malaria falciparum) sejak 2012 hingga 2016 dan ditemukan 90 pasien malaria tropika yang berasal dari kabupaten/kota di Aceh, yaitu Sabang, Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Besar, Abdya, Aceh Jaya dan Nagan Raya. Jumlah pasien terdiri atas laki-laki 52 orang dan perempuan 38 orang serta kelompok usia pasien malaria tertinggi adalah usia 21–30 tahun 42 orang.

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Malaria Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute Kemenristek RI di Jakarta, dan dituangkan dalam disertasi berjudul “Kajian tentang Manifestasi Klinis, Respon Terapi dan Polimorfisme Gen Merozoite Surface Protein 1 dan 2 Penderita Malaria Falciparum di Provinsi Aceh.”

Desertasi tersebut dipaparkan dalam sidang doktoral di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan mendapatkan hasil sangat memuaskan. Sebelumnya, Kurnia menamatkan pendidikan S1 dari Fakultas Kedokteran UI, S2 di Universitas Padjadjaran Bandung, dan S3 di UGM.

“Saya senang, ternyata penelitian ini menjadi inspirasi bagi kawan-kawan lain mrlakukan oenelitian serupa pada etnis lain di Indonesia,” kata Dr. Kurnia yang juga konsultan penyakit yropok dan infeksi. Ia berencana akan mengembangkan penelitiannya di masa mendayang dengan memgambil sampel pasie malaria di kawasan lainnya di Aceh. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved