Kamis, 16 April 2026

PAKAR Dukung Rencana Investor Cina Membangun PLTA di Aceh Timur

Nota kesepahaman (MoU) untuk menggarap sektor energi alternatif ini, telah ditandatangani antara perusahaan lokal di Aceh, dengan pihak Cina,

Penulis: Seni Hendri | Editor: Yusmadi
Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib menyambut kunjungan investor asal Negara Cina, di Pandopo Idi, Aceh Timur, Sabtu (10/9). Kunjungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Cina itu bertujuan untuk melirik potensi sumber daya alam terkait rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Aceh Timur. 
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 
SERAMBINEWS.COM, IDI – Dewan Pimpinan Pusat Pusat Analisis Kajian dan Advokasi Rakyat (DPP PAKAR) Aceh mendukung kerjasama yang digagas Pemkab Aceh Timur dengan Investor asal Cina untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Hal itu disampaikan Ketua DPP PAKAR Aceh, M Khaidir SH kepada Serambinews.com, Selasa (27/9/2016).
Dikatakan, nota kesepahaman (MoU) untuk menggarap sektor energi alternatif ini, telah ditandatangani antara perusahaan lokal di Aceh, dengan perwakilan negara dari Cina (seperti BUMN) Sabtu 10 September 2016.
Kedatangan investor asal Cina ini waktu itu, disambut langsung oleh Bupati H Hasballah HM Thaib.
Sesuai rencananya, setelah mendapat izin dari Pemerintah Indonesia, dalam waktu dekat mereka akan turun melakukan survei lokasi ke sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS), terkait rencana pembangunan Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di kabupaten ini.
“Kita mengapresiasi langkah bupati dan wakil bupati terkait rencana pembangunan PLTA di Aceh Timur. Ini merupakan langkah yang harus kita dukung bersama, di mana Aceh timur saat ini merupakan daerah penghasil perkebunan dan migas, serta akan menjadi penghasil tenaga listrik di masa akan datang,” ungkap Khaidir. 
Pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh Investor asal Cina ini, jelas Khaidir, sangatlah bermamfaat bagi masyarakat Aceh Timur.
“Kehadiran perusahaan PLTA ini dapat membantu masyarakat Aceh Timur, di bidang pendidikan, sepert adanya bantuan beasiswa ke luar negeri untuk putra/putri Aceh Timur, serta terbukanya lapangan kerja baru,” jelas Khaidir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Timur, lima tahun lau, kata Khaidir, Aceh Timur ditetapkan sebagai daerah kedua termiskin di Aceh.
Untuk itu, dengan kehadiran perusahaan PLTA ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved