Bilik dan Ruang Belajar Santri

KADIS Syariat Islam dan Pemberdayaan Dayah Aceh Barat, Drs H Mursalin menjelaskan, selama empat

KADIS Syariat Islam dan Pemberdayaan Dayah Aceh Barat, Drs H Mursalin menjelaskan, selama empat tahun terakhir Aceh Barat terus pelaksanakan pembangunan sarana dan prasarana dibutuhkan dayah untuk menjadikan tempat yang nyaman dan representatif untuk tempat menuntut ilmu agama.

Pemerintah bekerja sama dengan dayah telah membangun bilik santrisecara bertahap di dayah, termasuk ruang belajar dayah, MCK masjid, penyediaan sarana dan prasarana dayah.

Demikian juga selama tiga tahun ini Pemkab Aceh Barat telah menggangarkan dana sebesar Rp 2,8 miliar lebih untuk membangun sebanyak 56 unit bilik santri di beberapa pesantren, sementara untuk ruang belajar dayah selama 2 tahun telah dianggarkan dana sebesar Rp 2.9 miliar untuk embangun 76 unit ruang belajar dayah.

Dayah Inti Darul Aitami sebagai dayah binaan Pemkab telah dikuncurkan anggaran Rp 1,6 miliar meningkatkan kualitas sarana dan prasarana. Pemkab juga mendukung berjalannya fungsi dayah di Aceh Barat dengan menguncurkan anggaran Rp 2 miliar/tahun digunakan untuk biaya operasional dayah, pembelian komputer, wireless serta kitab dibagikan kepada pesantren dan dayah.

Kepala Kantor Satpol PP/WH Aceh Barat, Drs Kaharuddin, mengatakan pihaknya juga telah melaksanakan berbagai kegiatan nahi mungkar berupa penertiban rumah karaoke, tempat permainan, uqubat cambuk terhadap terpidana maisir/judi, permainan batu domino, salon, minuman keras.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved