Pilkada 2017

DPP PAN tak Akan Panggil Anwar Ahmad

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan tidak akan memanggil

DPP PAN tak Akan Panggil Anwar Ahmad

* Juga tak Akan Berikan Sanksi,

* Terkait Dukungan DPW PAN ke Mualem

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan tidak akan memanggil apalagi meminta mundur Ketua DPW PAN Aceh, Anwar Ahmad, terkait dukungannya terhadap pasangan calon Muzakkir Manaf-TA Khalid.

Dukungan Anwar tersebut berbeda dengan sikap DPP PAN yang mengeluarkan surat keputusan dukungan kepada pasangan calon Tarmizi A Karim-H T Machsalmina Ali.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Disapora DPP PAN, Muhammad Najib, saat diwawancarai sejumlah wartawan usai menghadiri rapat akbar pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Tarmizi Karim-Machsalmina di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (1/10).

“Kita akan menyelesaikan dengan cara persuasif, istilah pemanggilan sangat menekankan hierarki, kita akan ajak bicara baik-baik, musyawarah mufakat. Intinya kita tidak akan menggunakan pendekatan otoriter, memberikan sanksi, itu akan kita hindari,” ujar Muhammad Najib.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PAN disebut-sebut merapat ke kubu pasangan Tarmizi Karim-Machsalmina Ali setelah adanya Surat Keputusan (SK) usungan yang ditandatangani oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Eddy Soeparno selaku Sekretaris Jenderal. Surat itu dikeluarkan 22 Septermber di Jakarta dan beredar luas di Aceh beberapa hari sebelumnya.

Kabar itu cukup mengejutkan, karena sebelumnya yakni Kamis 11 Agustus , DPW PAN Aceh telah menyerahkan SK mengusung pasangan Muzakir Manaf (Mualem)-TA Khalid, hanya saja SK saat itu ditandatangani oleh Tim Pilkada DPP PAN, Viva Yoga Mauladi. Informasi yang dihimpun Serambi, SK itu turut dilampirkan ke KIP Aceh, saat Mualem-TA Khalid mendaftar ke KIP Aceh beberapa waktu lalu.

Terkait dukungan PAN, Muhammad Najib dalam kesempatan wawancara dua hari lalu itu mengatakan, sejak awal masalah Pilkada di Aceh diserahkan sepenuhnya kepada kader dan pengurus PAN Aceh, baik DPW ataupun DPD. Artinya, siapa calon yang nantinya akan diusung PAN sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, sepenuhnya ditentukan dan direkom oleh PAN Aceh.

“Tetapi dalam perkembangan tidak kunjung mengerecut dan tidak ada keputusan bulat dari kawan-kawan dan kemudian Ketua Umum PAN tidak ingin soal Pilkada Aceh tidak maksimal. Kami di Jakarta sangat memperhatikan nasib masyarakat Aceh dan segala dinamikanya,” ujar Najib.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved