TBS Sawit di Aceh Rp 1.350-1.700/kg
arga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari petani di Aceh sekitar Rp 1.350-1.700/kg
BLANGPIDIE - Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari petani di Aceh sekitar Rp 1.350-1.700/kg. Setidaknya harga itu seperti dirangkum Serambi kemarin di Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Harga ini relatif sesuai dengan ditetapkan pihak Dinas Perkebunan Aceh.
Di Abdya, harga TBS sawit saat ini Rp 1.350-Rp 1.400/kg. Sedangkan harga pembelian pengusaha Pabrik Kelapa Sawit/Crude Palm Oil (PKS/CPO) di Kabupaten Nagan Raya dari agen atau pedagang Rp 1.640- Rp 1.690 per kg.
Harga pembelian TBS sawit di tingkat petani antara Rp 1.350 sampai Rp 1.400/kg itu sudah berjalan sekitar satu pekan terakhir. “Sebelumnya, harga TBS sawit di tingkat petani lebih rendah, yakni Rp 1.250 sampai Rp 1.300 per kg,” kata Siyong, agen pengumpul TBS sawit di Kuala Batee kepada Serambi, Senin (3/10). Sedangkan harga pembelian oleh beberapa pengusaha PKS di Nagan Raya dari agen antara Rp 1.640 sampai Rp 1.690 per kg.
Sawit di Abdya dalam kurun waktu sampai delapan tahun terakhir merupakan komoditi unggulan. Tetapi hingga kini daerah tersebut belum didukung Pabrik Kelapa Sawit (PKS/CPO) untuk menampung produksi TBS petani setempat. Seluruh produksi TBS sawit dari Abdya masih dijual kepada pengusaha PKS/CPO di luar daerah, terutama di Kabupaten Nagan Raya.
Produksi TBS sawit milik petani Abdya ditampung oleh para agen pengumpul, kemudian dijual ke pengusaha gudang timbangan atau dikenal dengan sebutan RAM. Kemudian pengusaha gudang yang memiliki timbangan menjual TBS ke pengusaha PKS/CPO di luar daerah. Tetapi, ada juga sejumlah agen pengumpul yang menjual langsung ke pengusaha PKS/CPO di beberapa lokasi Kabupaten Nagan Raya.
Sementara itu di Aceh Selatan sejak sepekan terahir ini harga TBS sawit naik dari Rp 1.400/Kg menjadi Rp 1.440/Kg. Para petani berharap Pemerintah Aceh bisa mengawal ketat harga beli TBS sawit agar tidak terus dirugikan oleh permainan para tengkulak. “Sejak sepekan terahir harga TBS kelapa sawit mengalami kenaikan. Mudah-mudahan bisa terus baik, paling tidak bertahan di harga tersebut agar petani bisa merawat kebun mereka dengan baik,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Aceh Selatan, Khaidir Amin SE, saat dikonfirmasi Serambi kemarin.
Sedangkan harga TBS sawit di Bireuen dari petani ke agen penampung Rp 1.370- 1.480 dan ditampung perusahaan Rp 1.400-1.500/kilogram. Informasi itu disampaikan unsur pimpinan PT Syaukat Sejahtera Hanafi salah satu pabrik pengelolaan sawit di Bireuen ketika menjawab Serambi kemarin.
Kadis Kehutanan dan Perkebunan Bireuen, Irwan SP MSi kepada Serambi mengatakan di Bireuen sawit umunya milik perusahaan perkebunan atau pengusaha. Sedangkan milik petani hanya berkisar 3.500 kepala keluarga.
Sementara itu, di Aceh Tamiang, harga sawit mencapai Rp 1.600-1.700/kg, tetapi petani harus mengeluarkan uang banyak untuk mengangkut hasil tani ini karena menempuh transportasi darat dan sungai yang jauh. Kadis Perkebunan dan Kehutanan Aceh Tamiang, Alfuadi, menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi kemarin. Menurutnya, jika sawit itu diambil agen ke para petani, maka agen akan membeli dengan harga lebih murah lantaran dia sudah menghabiskan uang banyak untuk biaya antarjemput. Sehingga jual beli sawit di sana mahal untuk ongkos.
Didampingi petugas pengelola informasi pasar, Khairullah, Alfuadi mengatakan harga beli sawit di tingkat agen, selain sangat tergantung jarak, juga dipengaruhi kondisi jalan yang rusak, sehingga menyebabkan petani harus beberapa kali lansir buah sawit untuk sampai ke agen. Hal ini seperti dialami para petani di daerah hulu Kecamatan Bandar Pusaka.
Begitu juga di daerah Kecamatan Sekrak, petani sawit harus mengeluarkan ongkos boat untuk melansir buah sawit ke darat. Kemudian ditambah ongkos truk menuju PKS yang juga mahal.
Namun di daerah yang dekat dengan PKS, seperti di Kecamatan Tenggulun, harga TBS berkisar Rp 1.450/kg atau mendekati harga ditetapkan pemerintah. Namun, ada juga daerah yang dekat dengan pabrik PKS, tapi PKS tak membeli sawit petani, seperti di Kecamatan Karang Baru, sehingga petani harus menjual ke pabrik PKS yang jauh. “Kita berharap harga beli buah sawit petani terus meningkat sehingga pendapatan petani juga meningkat,” harap Alfuadi. (nun/tz/yus/md)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kelapa-sawit_20160405_111730.jpg)