Citizen Reporter

Singapura Sediakan Angle Foto Memukau

PADA libur kuliah kali ini, Allah memberi kesempatan kepada saya untuk mengunjungi negara

Singapura Sediakan Angle Foto Memukau

OLEH AL-ZUHRI, Mahasiswa Master Communication Studies di Huazhong Keji Daxue, Tiongkok, melaporkan dari Marina Bay, Singapura

PADA libur kuliah kali ini, Allah memberi kesempatan kepada saya untuk mengunjungi negara yang pernah bergabung dengan negeri jiran Malaysia, yaitu Singapura. Jika kita belum terlalu sering ke sini, saya sarankan jangan lupa mengambil leaflet panduan wisata di pusat informasi bandara. Ini akan sangat membantu perjalan Anda, apalagi bila berpergian tanpa guide. Di sana ada beberapa pilihan yang boleh dicoba, seperti layanan bus gratis dengan mendaftar lebih dulu.

Dari Changi Airport jika ingin menaiki Mass Rapid Transit (MRT) ke kota, kita bisa menaiki skytrain gratis menuju Terminal 2 lebih dulu. Selanjutnya, ketahuilah stasiun apa yang ingin dituju, karena beberapa stasiun mengharuskan kita berganti line untuk sampai ke tujuan.

Jika ingin menaiki transportasi umum seperti bus dan MRT, maka belilah kartu lebih dulu di area MRT. Ada tiga jenis pilihan kartu di sini. Saya membeli jenis Singapore Tourist Pass (STP) dengan harga 12 SGD (Singapore Dollar) plus deposit 10 SGD. Deposit itu nantinya bisa kita ambil kembali ketika pemulangan kartu saat hendak meninggalkan Singapura. Namun, jika berencana untuk kembali lagi ke Singapura, maka kartu itu tak perlu kita kembalikan, karena dapat kita pakai lagi nanti dengan batas waktu maksimal lima tahun dari masa beli.

Ada hal menarik saat saya naik MRT. Terdapat larangan merokok, membawa bahan yang mudah terbakar, mengonsumsi makanan atau minuman, dan membawa durian. Bila kedapatan, kita akan didenda. Bagi yang merokok di dalam MRT didenda 1.000 SGD, yang makan dan minum 500 SGD, yang membawa bahan mudah terbakar 5.000 SGD. Hanya denda untuk yang membawa durian masuk ke MRT yang tidak diterakan berapa jumlahnya.

Di Kota Singa ini, ada banyak tempat wisata yang dapat menjadi ladang bisnis bagi para fotografer. Bagaimana tidak, hampir di setiap jengkal kotanya merupakan lokasi yang fantastis untuk diabadikan dengan kamera. Didukung dengan lensa berkualitas tinggi tentu akan menghasilkan “tangkapan” yang baik. Melihat orang dengan lensa seri tinggi di sini adalah hal biasa. Bahkan banyak fotografer pemula memanfaatkan tempat wisata untuk berlatih memotret, dipandu oleh tutor. Di samping itu banyak pula tempat wisatanya yang bisa dinikmati tanpa perlu membayar tiket masuk.

Beberapa tempat yang dapat dijadikan angle menarik untuk dijepret adalah Merlion Park, Marina Bay Sands, Singapore Flyer, Esplanade, Botanical Garden, Singapore Zoo, Singapore River, China Town, Singapore Art Science Museum, Sultan Mosque, Universal Studio, Sentosa Island, dan masih banyak lainnya.

Untuk mencapai tempat-tempat ini pun sangat mudah, karena tersedia aneka transportasi. Ada taksi, bus, dan MRT. Tergantung selera kita. Menaiki bus atau MRT tentu lebih murah bila dibandingkan taksi. Hanya saja, taksi memberikan kenyamanan lebih dan mengantarkan kita langsung ke tempat yang dituju, tanpa perlu banyak berjalan kaki. Ini tentu saja berbanding terbalik dengan bus atau MRT. Jadi, pilihannya ada pada kita, ingin yang nyaman tapi mahal atau yang biasa-biasa saja. Namun syukurnya, transportasi di sini menghubungkan kita dengan tempat-tempat rekreasinya yang menawan.

Berwisata ke Singapura tidaklah terasa lengkap bila tidak menikmati kedua momennya, baik siang maupun malam hari. Sebab, kita akan memperoleh dua kesan Singapura yang berbeda. Siangnya dipancari sang surya sehingga terlihat jelas kemegahannya, sedang malamnya diterangi sinaran lampu sehingga landskapnya menjadi lebih wow. Sekilas, pemandangan malam saat berdiri di Merlion Park persis seperti apa yang pernah saya lihat di Avenue of Stars, Hong Kong, so amazing. Di mana saat matahari mulai mengucapkan “see u”, musikalisasi pun mulai didentangkan, diikuti dengan pancaran sinar lampu warna-warni berkelap kelip dari Marina Bay Sands. Sungguh menambah elok pesona landskapnya. Sejenak kita merasa seperti sedang berada dalam diskotik, tapi Anda tidak perlu melakukan dansa.

Dari segi relief, bangunan Singapura sangat kaya. Ada relief Eropa, Tiongkok, Timur Tengah, juga relief modern. Semua ini menyatukan keindahan untuk mewujudkan Singapura sebagai negara yang jago memikat wisatawan asing untuk membelanjakan uangnya di sini.

Di sana-sini pun tampak masih sangat banyak bangunan yang terus dibangun. Sepertinya tak ada tanah yang tak berharga di sini, semua ditumbuhi bangunan bak jamur di musim hujan.

Mencari makanan halal di sini sedikit sulit jika belum terlalu menguasai wilayahnya. Restoran makanan halal berpencar-pencar, tidak seperti di negara kita yang bertebaran di mana-mana. Paling mudah, kita bisa ke Arab Street, pusat makanan halal. Di sini pula berada Sultan Mosque, masjid terbesar di sini. Sambilan makan kita bisa menikmati suasana ala Timur Tengah dan memperoleh kemudahan beribadah di Sultan Mosque untuk selalu mengingatkan kita bahwa kematian itu pasti. Tetaplah nikmati hidup dan tetaplah mempersiapkan diri, karena kita adalah manusia surga dan kembalilah ke surga.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved