Breaking News:

Bahasa dan Kesantunan

Komunikasi terjadi dalam berbagai konteks dalam kehidupan seorang manusia, karena manusia adalah makhluk dinamis yang

Editor: bakri

Oleh Syarifah Zurriyati

 Komunikasi terjadi dalam berbagai konteks dalam kehidupan seorang manusia, karena manusia adalah makhluk dinamis yang selalu bergerak dalam menjalani kehidupannya. Melalui komunikasi, seseorang dapat menyampaikan segala sesuatu yang ada dalam pikiran dan perasaannya, baik secara lisan maupun tulisan.

 Seseorang dapat mengutarakan hal-hal yang disukai maupun yangtidak disukai melalui komunikasi. Adanya proses komunikasi  juga membuat seseorang merasa nyaman dan tidak terasing dari lingkungan tempat ia berada.Seseorang membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi. Bahasa adalah alat komunikasi dan juga dipakai untuk menunjukkan identitas masyarakatpemakai bahasa itu sendiri.

 Ketika mendengar seseorang berkominikasi dalam bahasa tertentu, kitaakan menyimpulkan bahwa seseorang itu adalah anggota dari komunitas ahasa tersebut. Kita sering mendengar ungkapan, bahasa menunjukkan bangsa. Secara harfiahmungkin ungkapan itu dapat  diartikan bahwa bangsa Indonesia akan memakai bahasa Indonesia, begitu juga engan bangsa-bangsa lain  yang memakai bahasanya sendiri.

 Lebih tepatnya mungkin yang dimaksud dalamungkapan tersebut adalah bahwa bahasa itu menunjukkan cerminan jati diri atau kepribadian seseorang atau suatu bangsa. Melalui bahasa, kepribadian seseorang atausuatu bangsa dapat diketahui. Berbahasa santun dapat  mencerminkan budi halus dan pekerti luhur seseorang.

 Akhir-akhir ini kelihatannyakita sedang mengalami krisis  atau defisit kesantunan. Defisit kesantunan ini tidak terjadi dikalangan generasi muda saja, bahkan orang-orang yang sudah dewasa dan seharusnya menjadi panutan pun memperlihatkankrisis kesantunan. Adegan saling gebrak meja dan mengeluarkan kata-kata kasar tersiar hampirke seluruh penjuru negeri, menjadikannya sebuat teladan buruk yang akan ditiru oleh  banyak orang terutama generasi muda.

 Dalam bahasa Aceh juga dikenal kosakata yang mengandung nilai kesantunan dibandingkandengan kosakata lain  ang bermakna serupa. Terdapat beberapa kosakata untuk penyebutan orang pertamatunggal, misalnya, lon, ulon, ulon tuan, lon tuan, kå. Kosakatakosakata ini memiliki nilai kesantunan yang berbeda-beda antara satu dan lainnya. Lon tuan atau ulon tuan memiliki derajat kesantunan yang paling tinggi dibandingkan dengan kosa kata yang lainnya.

 Sementara, lon atau ulon memiliki nilai kesantunan pada tingkat sedang,dan menggunakan kata kådianggap paling tidak sopan dan cenderung kasar. Biasanya tidak pernah diajarkan dalam percakapan pada anak-anakkecil. Untuk penyebutan orang kedua tunggal, juga terdapat  beberapa kata yang mempunyai tingkat kesantunan yang tidak sama. Terdapat beberapa katayang dipakai untuk menyebut orang kedua tunggal, yaitu droun, drouneh, gata, kah. Droun, drouneh, dan gata mengandung tingkat kesantunanyang baik, sementara kah dianggap cenderung kasar.

 Biasanya kah dipakai ketika seeorang sedang kesal ataumarah. Bisa juga kah dipakai untuk saling menyebut antara dua orang yang sudah sangat akrab, walaupun itu juga dapat dianggap kurang santun. Gata mengandung tingkat kesopanan yang sedang atau cukup memadai. Biasanya dipakai oleh seorang suami terhadap istri, kadang kala dipakai untuk menyapa antara adikberadik atau teman sebaya.

 Demikian juga untuk penyebutan orang ketiga tunggal, dalam bahasa aceh terdapat beberapa istilah yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari. Istilah istilah tersebut yaitu, gobnyan dan jih. Gobnyan dianggap mempunyai nilai rasa kesantunan yang lebih baik dibandingkan dengan jih yang dapat dianggap cenderung kasar.

 Bahasa Aceh juga mengenalklitik. Klitik juga mempunyai tingkat kesantunan yang berbeda-beda pula.Beberapa klitik yang terdapat dalam bahasa  Aceh, geu, neu, ku, ji.

 Berikut contoh pemakaian kata-kata tersebutdalam kalimat,  1. Lon (ku)jak u kude entrek seupot. Saya pergi ke pasar nanti sore. 2. Droun peu ie (neu)jep? Anda apa air minum? (Anda mau minum apa?) 3. Gobnyan ka buno ka(geu) wo. Beliau sudah tadi sudah pulang. (Beliau sudah pulang dari tadi.)4. Mak hana (neu)ceumeucop uronyo. Ibu tidak menjahit hari ini 5. Jih ( ji)keurija bak toko baje. Dia bekerja di toko pakaian.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved