Puisi JK dan Puisi Penyair Aceh Warnai Buku Puisi Setebal 2016 Halaman

dalam rangka memarakkan perayaan Hari Puisi Indonesia, juga ditampilkan atraksi pembacaan puisi oleh 200 penyair yang datang dari berbagai daerah

Puisi JK dan Puisi Penyair  Aceh Warnai Buku Puisi Setebal 2016 Halaman
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA

SEEAMBINEWS.COM, JAKARTA - Puisi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)  mewarnai  buku puisi setebal 2016 halaman berjudul "Matahari Cinta Samudra Kata." 

Buku yang disusun penyair Rida K. Liamsi itu berisi karya dari 216 penyair Indonesia, termasuk 12 penyair dari Aceh. 

Buku tersebut diluncurkan pada Malam Anugerah HPI, Rabu (12/10) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.

Wapres JK  ikut tampil baca puisi dan memberi sambutan.

Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia (HPI) itu juga  diisi dengan pembacaan puisi oleh sejumlah tokoh seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, penyair Sutardji Calzoum Bachri, KH Mustofa Bisri, Nissa Rengganis, Duta Besar Tunisia HE Mr Mourad Belhassen, Dubes RI di Azernaijan Husnan Bey Fananie, Mrs Joanna Azzi dari Kedutaan Besar Lebanon. 

Ketua Panitia HPI, Asrizal Nur, Senin (9/10/2016) di Jakarta, mengatakan, dalam rangka memarakkan perayaan Hari Puisi Indonesia, juga ditampilkan atraksi pembacaan puisi oleh 200 penyair yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Aceh mengirimkan delapan penyair dalam atraksi baca puisi tersebut.

Hari Puisi Indonesia dideklarasikan di Pekanbaru, Riau, pada 22 November 2012.

Deklarasi itu dihadiri oleh sekitar 40 penyair yang mewakili berbagai provinsi di Indonesia. Selanjutnya, tiap daerah memperingati sendiri-sendiri hari puisi tiap 26 Juli, yang merupakan hari kelahiran Penyair Chairil Anwar.

Sekretaris Panitia HPI Mustafa Ismail menambahkan perayaan hari puisi itu juga akan memilih satu buku kumpulan puisi penerima anugerah HPI dan lima buku terbaik dengan total hadiah 100 juta.

"Ada 245 buku puisi yang masuk ke panitia. Selanjutnya dewan juri akan menilai, buku yang layak sebagai penerima anugerah HPI," katanya.

Salah seorang dewan juri, Maman S Mahayana, mengatakan melihat dari jumlah buku yang masuk menunjukkan iklim perpuisian Indonesia sangat menggairahkan.

"Buku-buku puisi peserta banyak yang bagus-bagus. Mereka serius menulis puisi. Sehingga tidak mudah memilih dari sekian banyak itu menjadi 15 nomine," ujar dosen sastra di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu.

Penyair Sutardji Calzoum Bachri, menjelaskan, prakarsa Hari Puisi Indonesia berasal dari penyair Rida K Liamsi dan kemudian dirumuskan di Pekan Baru.

"Bagi saya peristiwa seperti ini sangat penting. Kita harus memberi tempat luas bagi puisi," kata Sutardji

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved