Cek Mad Tingkatkan Kesejahteraan Petani

SEJAK menjadi Bupati Aceh Utara pada 2012, Muhammad Thaib atau yang sering disapa Cek Mad

Cek Mad Tingkatkan Kesejahteraan Petani

* Banyak Petani Mandiri dan Berprestasi

SEJAK menjadi Bupati Aceh Utara pada 2012, Muhammad Thaib atau yang sering disapa Cek Mad, telah mampu meningkatkan kesejahteraan para petani. Meningkatnya kesejahteraan petani salah satunya terlihat dari menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran di kabupaten itu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Utara, angka pengangguran pada 2012 sebesar 15,47 persen. Setahun setelah Cek Mad memimpin, angka itu turun menjadi 11,16. Begitu juga angka kemiskinan yang tercatat 21,89 persen pada 2012, turun menjadi 20,34 persen pada 2013, 19,58 persen pada 2014, dan turun lagi menjadi 19,20 persen pada 2015.

Upaya meningkatkan kesejahteraan petani dilakukan Cek Mad dengan mengintensifkan peran Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP Luh). Dinas tersebut melakukan pembinaan dan pemdampingan petani melalui penerapan inovasi dan teknologi yang mudah, murah dan menguntungkan.

BKP Luh memberdayakan kelompok wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan, lahan telantar untuk budidaya tanaman semusim, penggunaan varietas unggul baru tanaman padi, budidaya mina padi udang/ikan di lahan tambak, serta pemanfaatan lahan pekarangan pesantren untuk pengembangan pangan.

“Program-program itu sudah dirasakan manfaatanya secara langsung oleh petani. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha tani, juga telah meningkatkan pendapatan dan kemandirian petani, bahkan meraih anugerah Adhyakarya Pangan Nusantara (APN) sebagai pelopor ketahanan pangan dari Presiden Joko Widodo tahun 2015,” kata Cek Mad.

Cek Mad juga mengintensifkan peran Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) dalam membina petani, serta perluasan areal perkebunan. Selama lima tahun Cek Mad memimpin, Aceh Utara mempunyai komoditi kelapa sawit, karet, kakao, pinang dan kelapa dalam.

Hingga 2016, luas lahan kelapa sawit mencapai 17.798 hektare (Ha), karet 8.800 Ha, kakao 9.200 Ha, pinang 12.273 Ha dan kelapa dalam 15.309 Ha. Program lainnya adalah pembangunan kebun benih lada seluas 2 Ha dan peremajaan karet seluas 100 Ha pada 2015.

“Kita sekarang juga sedang merancang program induk (Grand Design) untuk pembangunan perkebunan di Aceh Utara. Juga peningkatkan penyuluh dan pembinaan petani, agar ke depan kesejahteraan petani di Aceh Utara semakin meningkat secara signifikan,” pungkas Cek Mad.

Terus Berinovasi
Kami terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sesuai arahan Pak Bupati, setiap program yang diluncurkan harus berpihak pada kepentingan petani. Salah satu program yang kami lakukan adalah budidaya mina padi udang/ikan. Yaitu dalam satu lahan tambak terdapat dua komoditi yang dihasilkan.

Selain itu menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui kegiatan penangkaran varietas unggul baru tanaman padi yang direkomendasikan oleh IPB, yaitu Padi Varietas IPB 3S, hal ini sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh petani dimana varietas padi tersebut mampu memenuhi kebutuhan benih di Aceh Utara dan kabupaten/kota lain.

Pembinaan Sampai Mandiri
Selain mengembangkan berbagai komoditi perkebunan seperti kakao, lada, karet dan pinang, kami juga membina petani sampai mandiri. Hasilnya, banyak petani di Aceh Utara yang mampu bertani dengan baik. Bahkan ada yang menjadi pemateri pada pelatihan tingkat Aceh Utara dan Aceh. Salah satunya Muhammad Din, juara satu kelompok berprestasi dengan kakao.

Kami juga melakukan pendampingan petani melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit Terpadu di Nisam Antara dan Cot Girek. Ke depan kita akan fokus pada penanaman lada dan kelapa hidbrida, sesuai arahan Pak Bupati. Karena target kita, ke depan Aceh Utara menjadi sentral penghasil lada dan kelapa. Sedangkan kelapa sawit sementara dijeda dulu.

Petani Jadi Pemateri
Tak pernah terpikir saya akan menjadi juara dua petani terbaik di Aceh, menjadi pembicara di berbagai pelatihan tentang kakao, dan bisa mengikuti pelatihan tingkat nasional mewakili Aceh Utara. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemimpin Aceh Utara, karena sekarang selain sudah memiliki 3,5 hektare lahan kakao, juga aktif mendapat tawaran mengisi pelatihan.

Terima Kasih Cek Mad
Keberhasilan program Mina Padi Udang/Ikan yang diluncurkan BKP Luh Aceh Utara didukung kuat oleh Pak Bupati, yang peduli terhadap petani pesisir. Program itu telah mengantarkan kami ke Istana Negara untuk menerima anugerah Adhyakarya Pangan Nusantara (APN) Pelopor Ketahanan Pangan Nasional dari Presiden Joko Widodo. Terima kasih Cek Mad. (adv)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved