#Save Nanda Feriana# Jadi Viral di Medsos
Status Edi Fadhil yang mengupas sosok Nanda dan kasusnya ini mendapat respon tinggi hingga mendapat 1,6 ribu like, 615 kali dibagikan dan 359 komentar
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Para pengguna media sosial khususnya facebook di kalangan masyarakat Aceh memberikan perhatian serius terhadap persoalan Nanda Feriana, yang sedang berurusan dengan hukum.
Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh, (Unimal) Aceh Utara, ini terancam masuk penjara karena dilaporkan melakukan pencemaran nama baik dan Undang-undang Informasi Transaksi Eletronik (UU ITE) oleh Sekretaris Prodil Ilmu Komunikasi Unimal, Dwi sekaligus dosennya sendiri ke Polres Lhokseumawe.
(BACA JUGA: Ini Pernyataan Nanda Feriana yang Bikin Ibu Dosen Sakit Hati)
Nanda dipolisikan setelah menulis surat terbuka berjudul "Sepucuk Surat untuk Ibu Lulusan Jerman" yang ditulis di dinding (wall) akun Facebooknya pada 27 September 2016.
Netizen pun sangat antusias mengikuti perkembangan kasus tersebut hingga menjadi viral. Salah satu akun yang memuat #SAVE NANDA FERIANA adalah akun Edi Fadhil, pada Kamis (20/10/2016).
Status Edi Fadhil yang mengupas sosok Nanda dan perkembangan kasusnya ini mendapat respon yang tinggi hingga mendapat 1,6 ribu like, 615 kali dibagikan, dan 359 komentar.
(BACA: Ini Pekerjaan Nanda yang "Dipolisikan" Ibu Dosen)
Banyak netizen yang terenyuh dengan kasus yang dialami Nanda. "sudah la bu dosen maaf kan aja toh itu cuman curhat spontan mahasiswa yang kecewa cuman curhat nya di medsos bukan di buku," tulis akun Jamal Sagai.
Ada juga netizen yang menasehati Nanda," Terkadang disaat kita jd mahasiswa.kuta lupa dialah yg mendidik kita," tulis akun Muhd Khadafi.
Bahkan ada juga netizen yang berempati agar kasus ini tidak seharusnya berlanjut ke polisi. "Seharusnya kalo ada masalah seperti ini cepat2 diselesaikan..jangan sampai ke ranah hukum," tulis akun Taufiq Mustafa.
(BACA JUGA: Tulis Surat Terbuka Untuk Ibu Dosen Lulusan Jerman di Facebook, Mahasiswi Unimal Dipolisikan)
Sementara itu, inilah status lengkap Edi Fadhil tentang kasus Nanda dengan ibu dosennya yang mendapat banyak komentar tersebut:
"Saya mengenalnya sejak 3 tahun lalu saat Nanda Feriana mendaftar sebagai peserta Sekolah Demokrasi Aceh Utara (SDAU). Nanda menjadi peserta yang paling aktif dan kritis serta aktif menulis di buletin bulanan serta beberapa edisi buku yang diterbitkan SDAU.
Prihatin dengan kondisi pendidikan adik-adik yang bersekolah di pedalaman, Nanda mendirikan gerakan kerelawanan Jaroe Aceh, melalui Jaroe Aceh Nanda dan kawan-kawannya secara periodik mengunjungi sekolah sekolah di pedalaman Aceh Utara untuk berbagi inspirasi dengan adik adik.
Setahun terakhir Nanda membantu menjadi bendahara Gerakan Beasiswa berbasis Facebook, Gerakan Mari Sekolah (GMS), Nanda-lah yang tiap bulan mengirimkan beasiswa ke-156 anak dampingan GMS sampai terakhir minta off sebentar karena sedang fokus menulis skripsi.
Tahun lalu Nanda meraih anugerah KNPI Award sebagai apresiasi atas kiprahnya.
Sering mengikuti kegiatan kegiatan berskala nasional dan punya bakat hebat menjadi MC.
Kuliah di Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh dan di akhir masa kuliahnya mempunyai pengalaman yang layak diceritakan ke mahasiswa selanjutnya.
Meski tidak menyebut nama bahkan inisial dosen yang dikritiknya, Nanda di laporkan ke polisi oleh dosennya sendiri karena mengkritik birokrasi kampus melalui akun Facebooknya di status "sepucuk surat untuk ibu lulusan Jerman" (Terlampir di kolom komentar).
Menyadari 'mungkin menyinggung sang dosen' Nanda memohon maaf melalui akun Facebook dan melalui pertemuan khusus yang difasilitasi oleh pihak fakultas. Terakhir Nanda membawa serta ibundanya serta Teungku imum kampungnya datang kerumah sang dosen untuk meminta maaf.
Bahkan Nanda mengirimkan surat permohonan maaf kepada sang dosen. Namun semua itu belum mampu memberi solusi. Nanda di laporkan ke polisi oleh sang dosen. Sang dosen meminta Nanda meminta maaf selama 4 hari berturut turut di koran.
Permohonan maaf di koran tentu akan sangat mahal, membutuhkan biaya puluhan juta dan sangat memberatkan bagi Nanda yang masih mahasiswa.
Kemarin Nanda untuk pertamakali sudah diperiksa di Polres Lhokseumawe dan masih berstatus sebagai saksi dan berpotensi untuk menjadi tersangka.
Bagi saya ini adalah preseden buruk dan sekaligus pembelajaran baik.
Preseden buruk ketika kritik mahasiswa harus berakhir di kantor polisi dan pembelajaran baik dari seorang Nanda yang berani mengkritik kampusnya, tidak malu memohon maaf dan keberaniannya bertanggung jawab untuk diperiksa polisi adalah sebuah kedewasaan yang luar biasa dari seorang gadis muda yang belum S1 ini.
Status ini adalah bagian dukungan moral untuk Nanda. Hari minggu lalu saya bertemu Nanda di Lhokseumawe dan secara elegan Nanda mengatakan tidak takut apapun risiko statusnya tersebut karena meyakini sudah melakukan 'hal yang seharusnya dilakukan', Nanda meyakini kritikannya masih dalam batas yang sangat wajar.
Saya pribadi tidak bisa membayangkan jika setiap kritik mahasiswa akan berakhir di kantor polisi.... duh,!
Semangat untuk Nanda.
#SaveNandaFeriana
#SaveUnimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/akun-edi-fadhil_20161021_000333.jpg)