Salam

Aksi Koboi Menguji Kesiapan Polisi

Rumah semipermanen milik seorang warga Gampong Cot Cantik, Kecamatan Sakti, Pidie, Rabu (19/10) menjelang tengah malam ditembak

Associated Press/Alex Brandon

Rumah semipermanen milik seorang warga Gampong Cot Cantik, Kecamatan Sakti, Pidie, Rabu (19/10) menjelang tengah malam ditembak berkali-kali dari jarak dekat. Dari selongsong-selongsong yang ditemukan polisi di lokasi, si penembak diduga menggunakan senjata api laras panjang.

Ada dua peluru tajam menembus jendela hingga masuk ke ruang tamu rumah. Peluru itu bahkan mengenai bingkai foto yang terpasang di dinding. Seorang gadis remaja yang sedang sendirian menonton televisi selamat dari terjangan peluru. Sedangkan ayahnya yang diduga menjadi sasaran aksi itu, saat kejadian sedang keluar rumah bersama istrinya.

Kapolres Pidie, AKBP M Ali Khadafi SIK mengatakan, polisi sudah mengamankan dua selongsong proyektil berkaliber 762. Tapi polisi belum mengetahui jenis senjata laras panjang mana yang digunakan pelaku saat menembak rumah itu. “Saat ini kita masih mendalami kasus tersebut dan mengidentitasi tersangka pelaku.”

Ya, polisi untuk sementara memang belum menemukan kaitan aksi itu dengan politik. Tapi, bagi masyarakat letusan-letusan senjata api semacam itu, apalagi menjelang Pilkada seperti sekarang ini, tentu akan merasa sangat terintimidasi bahkan terteror.

Oleh karena itu, polisi memang harus kerja keras mengusut kasus itu secepatnya. Ya, mengidentifikasi siapa pelakunya serta mengungkap apa motivasinya melakukan penembakan.

Meski kasus ini tidak menelan korban jiwa, tapi penembakan menggunakan senjata api dari jarak dekat, sangat bisa menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Yang paling pasti adalah dikaitkan dengan kondusifitas keamanan menjelang Pilkada. Ditambah lagi, dari pemetaan kepolisian, wilayah Pidie memang bertanda “merah” dalam peta keamanan Pilkada.

Jadi, kalaupun penembakan itu tidak berkaitan dengan politik, masyarakat akan tetap mengait-ngaitkannya dengan kepentingan-kepentingan jelang Pilkada. Itulah sebabnya, polisi harus kerja keras memperjelas terkait aksi koboi tersebut.

Selain itu, kita juga mendorong Polda Aceh untuk lebih mengintensifkan lagi upaya penarikan senjata-senjata yang kini masih dipegang oleh orang-orang yang tak berhak atau menyalahi prosedur. Sebab, dalam suasana yang sudah lebih dulu berhasil dikondisikan mencekam, jangankan dengan senjata benaran, menggunakan senjata mainan saja orang akan ketakutan. Jadi, sekali lagi, polisi harus intensif menarik senjata-senjata itu.

Apalagi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mengingatkan bahwa tolak ukur keberhasilan Pilkada harus diwarnai dengan kesejukan dan kedamaian. Kepolisian akan lakukan penjagaan ketat dan mengerahkan semua anggota untuk melakukan pengawalan, serta pengamanan guna tercipta suasana kondusif.

Bukan hanya seperti aksi koboi itu yang diantisipasi, tapi juga bahasa lisan dan tulis setiap orang. Makanya, polisi menyiagakan unit khusus Siber guna menelusuri jejak para ujaran kebencian yang sering bermunculan saat Pilkada. Diingatkan pula, pasangan calon dan pendukung harus memberikan semangat positif.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved