BBPOM Sita Kosmetik dan Obat Tradisional

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menyita 408 item dan 40.003 pics kosmetik dan obat tradisional tanpa izin

BBPOM Sita Kosmetik dan Obat Tradisional
SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh, Drs Sjamsuliani Apt MM memperlihatkan kosmetik dan obat tradisional ilegal yang disita dari Aceh Jaya, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Timur, di BBPOM Banda Aceh, Jumat (21/10/2016). SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

BANDA ACEH - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menyita 408 item dan 40.003 pics kosmetik dan obat tradisional tanpa izin edar atau ilegal, serta mengandung bahan berbahaya dengan nilai keseluruhan Rp 614.434.700. Jumlah tersebut diperoleh dari operasi yang dilaksanakan selama tiga hari (18-20 Oktober) di tiga kabupaten yaitu Aceh Jaya, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Timur. Hal itu dikatakan Kepala BBPOM Banda Aceh, Dra Sjamsuliani Apt MM dalam konferensi pers Jumat (21/10).

Sjamsuliani menyebutkan, masing-masing dari kabupaten tersebut, yaitu Aceh Jaya ditemukan 138 item dan 1.013 pics dengan nilai Rp 17.782.700, Abdya 157 item dan 37.855 pics Rp 581.694.000, dan Aceh Timur 113 item dan 1.135 pics dengan nilai Rp 14.958.000. Jenis kosmetik yang ditemukan bervariasi, umumnya mengandung pemutih dan tidak terdaftar antaranya ponds, temulawak, colagen, natural, dan lipstick, serta beberapa obat tradisonal.

Dijelaskan, kalau pemutih bahan berbahaya yang terkandung yaitu merkuri, selain itu juga ada pewarna sintetis yang tidak diperbolehkan untuk kosmetik. Dampak yang ditimbulkan dapat memicu terjadinya kanker kulit dan ginjal karena produk yang digunakan itu terserap ke pori-pori kulit.

“Apabila barang itu ditemukan berulang kali pada toko yang sama, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum dengan pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” ujarnya.

Konsumen Harus Teliti
Pada Bagian lain Sjamsuliani mengatakan, konsumen harus teliti memperhatikan adanya label BBPOM di kemasan, dan Notifikasi Asean (NA) 11 angka, melihat tanggal kedaluwarsa, memperhatikan kemasannya serta komposisi yang terkandung dalam produk tersebut dan khasiatnya. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses www.sipoma.net, melalui aplikasi ini masyarakat dapat mengecek obat, kosmetik, dan makanan aman.(una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved