Breaking News:

Pemko Langsa Resmikan Pasar Tradisional

Wakil Wali Kota Langsa Drs H Marzuki Hamid MM, memerintahkan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah

Editor: hasyim
SERAMBI/ZUBIR
Wakil Wali Kota Langsa, Drs H Marzuki Hamid (tengah) didampingi Kadiskoperindag dan UKM, Ariman memotong pita peresmian Pusat Pasar Tradisional Langsa Lama, Jumat (21/10). SERAMBI/ZUBIR 

LANGSA-Wakil Wali Kota Langsa Drs H Marzuki Hamid MM, memerintahkan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperidag dan UKM) untuk memberikan lapak kios Pasar Tradisional Langsa Lama kepada pedagang yang mempunyai visi bisnis atau semangat berdagang atau yang serius.

“Jika penyewa lapak kios ini diberikan kepada mereka yang tidak mempunyai semangat berdagang, maka keberadaan pusat pusar di kecamatan ini mustahil bisa berkembang,” ujar Wakil Wali Kota saat meresmikan Pasar Tradisional Langsa Lama, di Gampong Pondok Pabrik, Jumat (21/10).

Menurut Marzuki Hamid, apabila lapak kios tersebut tidak dikelola oleh pedagang yang benar-benar memiliki semangat berdagang atau visi bisnis, sangat dihawatirkan kios ini akan salah digunakannya. Sehingga secara tidak langsung kondisi itu sangat mempengaruhi kemajuan pasar itu sebagaimana fungsinya.

Marzuki Hamid berharap Pasar Tradisional yang sudah dibangun ini lebih bagus dari pasar-pasar dahulu. Juga harus dikelolal atau diurus secara baik dan profesional oleh pihak Diskoperindag dan pedagang. “Diskoperindag yang pertama kali harus melakukan evaluasi,” pintanya.

Seperti kemarin, pedagang yang diundang sebanyak 40 orang untuk menghadiri peresmian pasar ini, namun hanya sembilan orang yang hadir.”Ini perlu dikonfirmasi lagi, apakah mereka (pedagang-red) bersedia jualan atau tidak berdagang di sini,” tanyanya.

Jika memang tidak, timpal Marzuki Hamid, maka lapak kios tersebut segera diberikan atau dialihkan penggunaanya kepada pedagang lain yang benar-benar serius. Sementara bagi pedagang yang telah bersedia berdagang di pasar itu, diminta kepada Diskoperindag bisa memfasilitasi modal usaha kepada para pedagang.

Apalagi, menurut informasi yang diketahui Wakil Wali Kota, selama ini sudah ada Kredit Usaha Rakyat (KUL) sebesar Rp 25 juta. Peluang pinjaman KUL bagi pedagang yang ingin mendapatkan modal usaha bisa didapat melalui pinjaman pihak bank tanpa anggunan, seperti yang telah diumumkan Pemerintah Pusat.

“Saya harapkan keberadaan pasar ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya Kecamatan Langsa Lama dan umumnya Kota Langsa,” harapnya.

Lahan PTPN-I
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota atas nama Pemko Langsa, juga mengucapkan terima kasih kepada PTPN-I Langsa yang telah memberikan lahan untuk pembangunan Pusat Pasar Tradisional Langsa Lama itu, dengan motode ganti rugi.

“Artinya, kalau pihak PTPN-I tidak membantu, mungkin pasar tradisional ini tidak terbangun pada waktu itu, karena terkendala dengan lahan. Kita bersyukur PTPN-I bisa mengerti dan memediasi sekaligus memberi izin lahan ini,” imbuh Marzuki Hamid.(zb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved