Jalankan Qanun Peternakan

WAKIL Ketua DPRA Drs Sulaiman Abda, M.Si mengatakan, belum maksimalnya produksi ternak

Jalankan Qanun Peternakan

WAKIL Ketua DPRA Drs Sulaiman Abda, M.Si mengatakan, belum maksimalnya produksi ternak sapi lokal dan IB di Aceh, bukan karena ketidakmampuan petani untuk mengembangkannya, tapi lebih disebabkan karena program dan kegiatan yang dibuat selamaini sering terputus dan belum dijalankannya Qanun Peternakan yang baru.

“Antara lain pelarangan memotong sapi betina produktif.Kemudian pergantian pimpinan daerah, membuat programnya berubah, dan juga akibat dari pergantian kepala dinas perternakan serta lainnya,” kata Sulaiman Abda.Dikatakan, harusnya pimpinan daerah dan kepala dinas boleh bertukar, tetapi program pengembangan populasi ternak sapi, kerbau, kambing, domba, ayam petelur, dan edaging yang telah dibuat sebelumnya harus dilanjutkan. Petani kadang dibuat capek lantaran kerap terjadi pergantian program.

Dikatakan Sulaiman, dewan telah sah qanun peternakan dan untuk pelaksanaannya menjadi kewenangan gubernur untuk mensosialisasikannya ke kabupaten kota. Kalaupun memulai pengembangan populasi ernak sapi melalui sistem Padang Pengembalaan Terbuka Hijau yang intensif lebih ekonomis dibandingkan sistem kandang, lakukanlah sampai memberikan hasil yang maksimal. “Pimpinan daerah yang baru terpilih kelak harus melanjutkan program pemimpin sebelumnya, sehingga kelanjutan programnya tidak putus di tengah jalan,” kata Sulaiman Abda.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved