Gerbang Tani Minta Mentan Perkuat Pertanian Aceh

Permintaan itu disampaikan dua delegasi Gerbang Tani Aceh yang mengikuti acara Rembuk Tani Nasional di Kota Singkawang, Kalimantan Barat

Gerbang Tani Minta Mentan Perkuat Pertanian Aceh
IST
Salah satu kegiatan pada acara Rembug Tani Nasional di Singkawang, Kalbar, Minggu (23/10/2016) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Kebangkitan Petani Indonesia (Gerbang Tani) Provinsi Aceh, meminta Menteri Pertanian Repubik Indonesia terus memperkuat Aceh dan Kalimantan Barat sebagai salah satu wilayah lumbung pangan baru di Indonesia.

Permintaan itu disampaikan dua delegasi Gerbang Tani Aceh yang mengikuti acara Rembug Tani Nasional di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (23/10/2016) lalu.

"Karena Pulau Jawa sudah sangat padat, sementara di dua provinsi ini (Aceh dan Kalbar) memiliki ketersedian lahan yang terhampar luas," ungkap Ketua dan Sekretaris Gerbang Tani Aceh, Faisal Ridha SAg MM dan Muhammad Daud SKM MSi dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Selasa (25/10).

"Sekarang sudah saatnya wilayah lumbung pangan nasional diperluas ke wilayah lain di luar Pulau Jawa. Cita-cita pembangunan pertanian yang diperjuangkan Gerbang Tani, tidak lain adalah untuk mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia melalui kedaulatan dan kemandirian pangan," ujar Faisal Ridha.

Muhammad Daud menambahkan, acara Rembug Tani Nasional tersebut membahas isu penting terkait dengan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan pengukuhan DPW dan DPC Gerbang Tani se-Kalimantan Barat.

Rembug Tani Nasional diikuti oleh perwakilan kelompok Tani se-Kalimantan Barat, DPW Gerbang Tani di beberapa Provinsi, dan Pengurus DPN Gerbang Tani.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr Amran Sulaiman, menjadi pembicara kunci dalam kegiatan ini.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan implementasi sembilan amanah UU RI No 41 tahun 2009 yaitu:

(1) Melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; (2) Menjamin tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan; (3) Mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan;

(4) Melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani; (5) Meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan petani dan masyarakat; (6) Meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani;

(7) Meningkatkan penyediaan lapangan kerja bagi kehidupan yang layak; (8) Mempertahankan keseimbangan ekologis, dan (9) Mewujudkan revitalisasi pertanian.

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved