Meureudu Dilanda Angin Kencang

Angin kencang disertai hujan deras melanda Kota Meureudu, Pidie Jaya, dalam dua hari terakhir

Rumah M Sufi Ben (88), warga Gampong Meuraksa Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Selasa (25/10) petang rusak berat diterjang angin kencang dan hujan deras.SERAMBI/ABDULLAH GANI 

* Tiga Rumah Rusak Berat

MEUREUDU - Angin kencang disertai hujan deras melanda Kota Meureudu, Pidie Jaya, dalam dua hari terakhir mengakibatkan tiga rumah warga rusak berat di bagian atapnya. Kawasan paling parah terkena hempasan angin kencang pada Selasa (25/10) sore, yakni di Gampong Meuraksa, Kecamatan Meureudu, yang merusakkan rumah milik Tgk M Sufi Ben (88), Syahrol (35), dan rumah M Yahya (50).

Keterangan M Sufi, pemilik satu rumah yang menjadi korban, saat itu mereka sedang berada di dalam rumah, karena hujan deras mengguyur sepanjang hari. Angin yang tiba-tiba bertiup sangat kencang, membuat atap seng beserta kuda-kuda (rangka atap), copot dan kemudian terhempas ke rumah di sebelahnya, milik Syahrol yang merupakan anak M Sufi.

“Atap seng dan kuda-kudanya copot diterbangkan angin dan menghempas rumah lain. Beruntung seluruh anggota keluarga di rumah tersebut luput dari maut,” kata M Sufi.

Dalam suasana panik, satu persatu anggota keluarga di dua rumah itu bergegas keluar untuk menyelamatkan diri. Baru setelah hujan reda, penghuni kedua rumah itu berkumpul di halaman rumah sambil menatap kondisi bangunan yang hancur diterjang angin. Hampir separuh rumah Syahrol yang memang kondisinya tidak layak huni, rusak tertimpa kerangka atap rumah orang tuanya.

Musibah yang sama juga dialami M Yahya, yang rumahnya juga di sekitar lokasi yang sama. Rumah sederhana berlantai tanah itu nyaris roboh diterpa angin kencang. Kini bangunan rumah tersebut terpaksa harus ditopang, agar tetap bisa berdiri meski dengan kondisi darurat.

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pijay, telah menyalurkan bantuan masa panik pada Rabu (26/10), sehari setelah peristiwa itu terjadi.

“Bantuan yang disalurkan berupa bahan pangan dan sandang serta uang santunan Rp 1,5 juta untuk masing-masing kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak diterjang angin,” kata Muhammad SKM, Kabid Sosial Dinsosnakertrans Pijay.

Penyaluran bantuan masa panik ini, langsung dikoordinir Wakil Bupati Pijay, H Said Mulyadi SE MSi,begitu mendapat adanya laporan rumah rusak akibat diterjang angin. “Kami turut prihatin atas musibah yang dialami tiga keluarga di Gampong Meuraksa ini, dan berharap mereka bersabar atas musibah ini,” ujarnya.

Selain di Meureudu, pada hari yang sama, angin kencang juga melanda Kabupaten Pidie dan merusakkan satu rumah di Gampong Pulo Raya, Kecamatan Simpang Tiga. Rumah tersebut milik Saiful Let Gade (45), dan seluruh bagian rumah porak-poranda akibat diterjang badai.

Kemarin, bantuan juga sudah disalurkan Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Usik Samwa Parana, untuk Saiful dan keluarganya, Rabu (26/10). Selain menyalurkan bantuan bahan pokok, sejumlah anggota Kodim Pidie dan Koramil 07/Simpang Tiga, dikerahkan untuk membersihkan puing-puing rumah porak-poranda.

“Setiap terjadi bencana yang dialami warga, personel TNI akan selalu siap memberikan pertolongan dalam meringankan beban masyarakat,” tukas Letkol Inf Usik Samwa Parana.(ag/c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved