Breaking News:

Kepedulian Kita Terhadap Bahasa Indonesia

Tanggal 28 Oktober merupakan puncak peringatan bulan bahasa Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang telah diikrarkan

Editor: bakri

Oleh Nurhaida, S.Pd., S.Psi. Pengkaji Kebahasaan di Balai Bahasa Provinsi Aceh

 Tanggal 28 Oktober merupakan puncak peringatan bulan bahasa. Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang telah diikrarkan oleh pemuda dan pemudi Indonesia dalam ikrar sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.

Zaman terus bergulir, hingga kini bahasa Indonesia menempati tempat yang istimewa dalam kehidupanmasyarakat Indonesia. Bahasa  Indonesia merupakan bahasa nasional. Bahasa Indonesia merupakan bahasayang kerap berhubungan dengan aktivitas yang dilakukan  oleh masyarakat di Indonesia terutama aktivitas-aktivitas yang memerlukan penggunaanbahasa. Mulai dari pagi hari hingga malam hari, kita  dapat menyaksikan begitu banyak orang yang menggunakan bahasa Indonesia.

Hanya saja banyak hal memprihatinkan yang dapat kitasaksikan yang berhubungan demgan penggunaan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari. Mari kita melihat contohnya berikut ini. “Tadi malam di tempat ami, mati lampu,” dialog tersebut merupakan salah satu dialog yang sering kita dengar dan saksikan.

Mari kita berlanjut ke dialog berikutnya yang juga seringkita dengar.   “Tadi pagi hujan lebat  atau lebat sekali hujan turun hari ini,” dialog itu pun  akrab dengan keseharian kita. Ketika kita ke tempat yang menjual pulsa telepon genggam, begitu seringnyaterjadi dialog berikut ini.  “Berapa nomor teleponnya?” tanya si penjual pulsa. “Kosong delapan dua belas....,” ucap si pembeli sambil mengucapkan secara berurutan nomor dari telepon genggamnya.

Sekarang mari kita bahas penggunaan kata dalam dialogtersebut satu per satu. Kata  ampu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti alat untuk menerangi, pelita. Dengan demikian, kata yang lebih tepat digunakan dalam dialog di atas adalah listrik. Kata listrik dalam KBBI  memiliki arti  daya atau kekuatan yang ditimbulkan oleh adanya  ergesekan atau melalui kimia, dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin.

Selanjutnya kata lebatdalam KBBI memiliki artiberbuah banyak (tentang pohon), tebal dan rapat sekali (tentang rambut, daun, hutan, dan sebagainya). Kata deras dalam KBBI berarti sangat cepat (tentang aliran, gerakan, dan sebagainya). Oleh karena itu, hujan yang turun melebihi dari biasanya, kata yang tepat untuk digunakan adalah kata deras seperti dalam kalimat ‘hujan deras turun sejak dua hari yang lalu’. Mengenai angka nol yang dilafalkan dengan kata ‘kosong’ oleh sebagian orang, kata kosong dalam KBBI memiliki arti tidak berisi, tidak berpenghuni, hampa; berongga sedangkan kata nol berarti bilangan yang dilambangkan dengan 0, bilangan persiapansebelum memasuki tingkat pertama dalam urutan kelas.

Dengan emikian, kita dapat mengambil simpulan bahwa angka nol merupakan bagian dari angka-angka yang lainnya. Dengan demikian, pengucapan kata kosong untuk angka nol merupakan pengucapan yangtidak tepat. Angkal 0 (nol) tetap harus diucapkan dengan pengucapan yang benar sama seperti pengucapanangka-angka yang lainnya.

Kemudian mengenaipenggunaan kata ‘sorry’ yang juga sering digunakan dalam  kegiatan sehari-hari seperti dalam kalimat di bawah ini. “Sorry, aku tidak sengaja menginjak kakimu,” “Sorry, aku lupa meneleponmu,” Kata sorry berasal dari bahasa Inggris yang berarti maaf, menyesal. Ketika seseorang menggunakan kata ‘sorry’ ketika ia menyatakanpenyesalan ketika ia berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia, berarti ia  encampurkan penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia secara bersamaan dalam suatu kalimat.

 Selain itu, banyakpercakapan yang kita dengar, hanya untuk kata sorry sajayang diucapkan dalam bahasa Inggris, sedangkan kata-kata yang lain tetap diucapkan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Pengguna bahasa yang baik,baik pengguna bahasa  Indonesia maupun bahasa Inggris atau bahasa asing yang lainnya, sebaiknya menggunakan suatu bahasa secara utuh tanpa mencampurkan penggunaannya engan bahasa yang lain.

Kecuali untuk orang yang sedang belajar menggunakan suatu bahasa dan belum menguasai semua kata dalam suatu bahasa. Oleh karena itu, melalui momentum bulan bahasa ini, Oktober, mari kita menjadi pengguna bahasa Indonesia yang lebihpeduli terhadap penggunaan  bahasa kebanggaan kita, bahasa Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved