Breaking News:

Apindo Aceh Tolak UMP Rp 2,5 Juta

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Aceh, M Dahlan Sulaiman SE, menyatakan pihaknya

Editor: bakri
Apindo Aceh Tolak UMP Rp 2,5 Juta

BANDA ACEH - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Aceh, M Dahlan Sulaiman SE, menyatakan pihaknya menolak untuk menerapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh 2017, seperti yang sudah ditetapkan Gubernur Aceh. Alasannya, kenaikan upah pekerja/buruh di Aceh Rp 2,5 juta/bulan itu, diyakini memberatkan perusahaan/pengusaha, terutama usaha padat karya dan usaha menengah dan mikro (UMKM).

M Dahlan Sulaiman menyampaikan hal ini ini kepada Serambi Selasa (1/11), menanggapi keputusan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, yang telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh tentang Penetapan Upah Minimal Provinsi (UMP) Aceh Tahun 2017 sebesar Rp 2,5 juta. Angka ini, naik Rp 381.500 dibanding 2016 yang jumlahnya Rp 2.118.500, seperti diberitakan Serambi kemarin.

“Padahal, sesuai hasil musyawarah bersama lembaga tripartid (pengusaha, pekerja dan pemerintah), UMP Aceh disepakati naik dari Rp 2.118.500 per bulan menjadi Rp 2.292.500 per bulan atau naik Rp 174 ribu dari upah 2016,” jelasnya.

Seperti diketahui, penetapan UMP Aceh Tahun 2017 tertuang dalam SK Gubernur Aceh Nomor 72 Tahun 2016 yang ditandatangani dr Zaini Abdullah pada 27 Oktober 2016. SK tersebut pun sudah diundangkan di Banda Aceh oleh Sekda Aceh, Drs Dermawan MM, tanggal 28 Oktober 2016 pada Berita Daerah Aceh Tahun 2016 Nomor 74.

Mengutip hasil musyawarah dan rapat Dewan Pengupahan Daerah (DPD), M Dahlan Sulaiman menjelaskan, kenaikan UMP Aceh 2017 disepakati sebesar 8,25 persen. Kesepakatan tersebut, dinilai sesuai PP No.78/2014 tentang pengupahan.

Kecuali itu, sanksi bagi gubernur yang tidak mengikuti standar kenaikan 8,25 persen, mendapat teguran tertulis dari Menaker, sesuai amanat UU Nomor 23 tahun 2014 bahwa kepala daerah atau wakil kepala daerah yang tidak melaksanakan program strategis nasional, bisa dikenakan sanksi administratif, berupa teguran tertulis oleh menteri. (awi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved