Panwas Minta Paslon Tertibkan Baliho

Ketua Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Samsul Bahri, meminta kepada semua tim

Panwas Minta Paslon Tertibkan Baliho

BANDA ACEH - Ketua Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh, Samsul Bahri, meminta kepada semua tim pendukung pasangan calon (paslon) kepala daerah untuk menurunkan alat peraga kampanye seperti baliho, spanduk, dan umbul-umbul yang saat ini terpasang.

Hal itu diinstruksikan Panwaslih karena saat ini alat peraga kampanye yang bertebaran di kabupaten/kota, baik milik pasangan calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, serta wali kota/wakil wali kota, belum sesuai dengan aturan KIP Aceh, seperti desain, ukuran, dan juga lokasi pemasangan.

“Harus diturunkan dulu itu, nggak boleh, karena itu tidak seusai dengan aturan yang ditetapkan KIP,” kata Samsul Bahri kepada Serambi, Selasa (1/11).

Menurut Samsul Bahri, setiap alat peraga kampanye yang ingin dipasang, harus seizin dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan KIP dalam pelaksanaan Pilkada Aceh 2017. Aturan yang telah dibuat KIP tersebut meliputi desain, ukuran, jumlah alat peraga kampanye, dan lokasi yang akan dipasang.

“Itu diatur semua oleh KIP, jadi tidak boleh sembarangan menaikkan. Ini sudah masuk masa kampanye, semua alat peraga kampanye harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,” ujar Samsul.

Kepada semua paslon, Panwaslih meminta agar melihat kembali aturan-aturan yang telah ditetapkan, baru kemudian memasang kembali seusai dengan yang telah ditetapkan.

Hasil pantauan Panwaslih Aceh, kata Samsul, saat ini cukup banyak alat peraga kampanye yang bertebaran, tapi tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Sesain baliho atau spanduk, itu kan tidak boleh sesuka hati juga. Paslon harus menyerahkan itu ke KIP, harus disetujui dulu, karena seperti baliho akan dicetak KIP nanti,” ujarnya.

“Jadi sekali lagi kita instruksikan agar semuanya diturunkan. Ini imbauan kita untuk seluruhnya. Jika sesudah imbauan ini tidak diindahkan, maka kita akan mengambil tindakan,” tegas Samsul Bahri.

Komisioner KIP Aceh, Robby Syah Putra yang ditemui Serambi di ruang kerjanya di Banda Aceh, menjelaskan berbagai aturan penggunaan alat peraga kampanye. Ia menyebutkan, seusai dengan peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016, semua aturan kampanye diatur, termasuk pedoman teknis pelaksanaan kampanye.

Salah satu yang diatur dalam peraturan tersebut adalah, lokasi pemasangan baliho yang boleh digunakan oleh masing-masing paslon. Robby menyebutkan, KIP Aceh mencetak resmi sebanyak tiga lembar baliho berikut dengan kerangkanya bagi semua pasangan calon gubernur/wakil gubernur di masing-masing kabupaten kota di Aceh. “Lokasi pemasangannya nanti juga ditentukan KIP, tidak boleh pasang suka hati,” kata Robby.

Namun hingga saat ini, lokasi pemasangan tersebut diakuinya belum diputuskan. Semua KIP kabupaten/kota ia katakan, saat ini sedang mempercepat pembahasan hal tersebut. Setelah semuanya selesai, akan dipleno oleh KIP kabupaten/kota dan terakhir diplenokan KIP provinsi.

“Plt gubernur juga sudah menyurati bupati/wali kota untuk mempercepat pembahasan itu, kita juga sudah menginstruksikan ke KIP kabupaten/kota,” ujarnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved