Pilkada 2017

Soedarmo: Panwaslih jangan Takut

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) TNI Soedarmo meminta Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih)

Soedarmo: Panwaslih jangan Takut
SERAMBINEWS.COM/YARMEN DINAMIKA
Plt Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) TNI, Soedarmo saat silaturahmi di Serambi Indonesia, didampingi Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar dan Pemred Mawardi Ibrahim, Jumat (28/10/2016) sore. 

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Mayjen (Purn) TNI Soedarmo meminta Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh bersikap tegas dalam menghadapi pelanggaran Pilkada Aceh.

“Jangan takut, saya di belakang panwaslih. Di belakang saya ada Pangdam dan Kapolda. Hitung saja berapa pasukannya?” kata Soedarmo saat bersilaturahmi ke Kantor Panwaslih Aceh, Jumat (4/11). Menurutnya, panwaslih harus selalu netral dalam menjalankan tugasnya. Jika panwaslih sekali saja berlaku tidak netral atau memihak kepada pasangan calon tertentu, maka kekisruhan akan terjadi.

“Jangan coba-coba untuk tidak netral, karena Anda sudah disumpah dan jalankan tugas secara konsisten,” ujarnya seraya meminta seluruh jajaran komisioner Panwaslih Aceh dan kabupaten/kota menjalankan perintah itu.

Selain itu, lanjut Soedarmo, semua laporan yang masuk ke panwaslih terkait kecurangan dalam proses pilkada, haruslah cepat diproses. “Jangan ada laporan yang tidak ditindaklanjuti. Segera proses masalah itu,” imbuhnya.

Ia tekankan, sukses tidaknya Pilkada 2017 sangat tergantung dari kerja Panwaslih dan KIP Aceh serta jajarannya.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Aceh, Samsul Bahri SE MM mengaku telah bekerja sejak Mei 2016. Hingga saat ini, katanya, Panwaslih Aceh sedang menyelesaikan sedikitnya sepuluh kasus sengketa di beberapa kabupaten/kota.

Menurutnya, kendala terbesar Panwaslih Aceh adalah tidak cukupnya anggaran. “Saat ini Panwaslih Aceh baru menerima Rp 17 miliar. Jumlah itu jelas tidak cukup, namun berdasarkan hasil rapat dengan Bappeda kemarin, kekurangan dana akan segera diatasi,” kata Samsul. Ia menyebut, total anggaran yang dibutuhkan Panwaslih Aceh Rp 54 miliar.

Terkait pelanggaran alat peraga kampanye yang kerap terjadi belakangan ini, Samsul Bahri berjanji pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sebab, panwaslih tidak berwenang menurunkan alat peraga, hanya bisa memberikan rekomendasi.

Diakuinya, saat ini banyak alat peraga yang dipasang di tempat terlarang seperti pohon maupun fasilitas umum.

Tindak tegas
Saat ditanya tentang kekisruhan antara massa pendukung Partai Aceh (PA) dengan kader Partai Golkar di Keude Krueng Sabee, Aceh Jaya, Kamis (3/11), Soedarmo berjanji akan menindak tegas pelanggar tersebut.

“Sekarang bukan zamannya lagi main hakim sendiri. Siapa pun pelakunya, dari pasangan mana pun, kami akan tindak tegas sesuai hukum,” kata Soedarmo.

Ia tambahkan, Pemerintah Aceh sudah menginstruksikan kepada seluruh pasangan calon, termasuk tim kampanyenya yang terlibat konflik, agar menjaga suasana tetap tenang.

Dia pun mencontohkan sikap baik yang ditunjukkan calon gubernur (cagub) Irwandi Yusuf dan Muzakkir Manaf yang menyerukan kedamaian di media-media. “Saya berharap kejadian di Aceh Jaya dan di Pidie tidak terjadi lagi, karena ini akan berpengaruh pada kelancaran pilkada. Jika paslon bersama timsesnya menemukan masalah, segera lapor ke panwaslih,” imbaunya. (fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved