Aceh Besar Menuju Kabupaten Tangguh Bencana

KABUPATEN Aceh Besar merupakansalah satu kabupaten di Aceh yang memiliki beragam potensi

Aceh Besar Menuju Kabupaten Tangguh Bencana

KABUPATEN Aceh Besar merupakansalah satu kabupaten di Aceh yang memiliki beragam potensi bencana. Baik bencana alam (gempa bumi, longsor, banjir hingga kekeringan), maupunbencana non alam seperti wabah penyakit yang menyerang manusia, tanaman serta ternak.

Sesuai denganamanat UU nomor 24 tahun 2007, tentang penanggulangan bencana, pemerintah dan pemerintah daerah menjadi penanggungjawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Hal itu diungkapkan Bupati Aceh Besar, ukhlis Basyah S.Sos, dalam amanatnya selaku Inspektur Upacara Apel Siaga Bencana Kabupetan Aceh Besar, di Lapangan Cot Bak Seutuy, Kecamatan Kuta Malaka,Aceh Besar, pekan lalu.

Menurut Bupati Mukhlis Basyah, upaya kesiapsiagaan adalah suatu siklus yang secara berurut, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, elatihan, evaluasi, tindakan koreksi hingga mitigasi bencana. Tindakan kesiagaan tak pernah berhenti akantetapi selalu dinamis, karena juga ada tindakan koreksi untuk perbaikan langkah kesiapsiagaan berikutnya.

Akhir akhir ini terdapat kecendrungan terja inya bencana yang signifikan.Baik ditinjau dari intensistas maupun rekuensinya, serta cakupan wilayah terkena dampak bencana yang makin luas. Untuk itu pengurangan risiko bencana merupakan hal yang tak bisa ditawar.

Namun ni tak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkab Aceh Besar. Karena juga melibatkan intas sektoral serta kelembagaan atau semua stake holder kebencanaan. Semua kelompok emerlukan langkah taktis berupa koordinasi rutin untuk mengecek kesiapan masing masing pihak, menyangkut pengurangan risiko bencana.

Hal itu antara lain dilakukanmelalui apel pengurangan isiko bencana,seperti yang telah dilakukan di AcehBesar, dengan motornya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar. Ditambahkan Bupati Mukhlis, tahun 2016, Aceh Besar beberapa kali dilanda bencana, antara lain banjir bandang di Seulimuem, Lembah Seulawah dan Leupung. Longsor di Gle Pulot dan Gle Lupueng dan terakhir kebakaranhutan dan lahan di Gunung Seulawah, Kecamatan Lembah Seulawah.

“Semua stake holder harus bekerja maksimal, pemerintah daerah, TNI/Polri serta seluruh pihak terkait diminta terus memperkuat kerjasama untuk mengurangi risiko bencana serta menanggulangi dampak bencana itu sendiri,” tandas Bupati Aceh Besar.

Potensi bencana tinggi
Secara terpisah Wakil Bupati Aceh Besar, Drs Syamsul Rizal M.Kes mengatakan, ceh Besar memiliki potensi kebencanaan yang tinggi, seperti banjir, longsor serta kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu kami meminta masyarakat harus punya naluri siaga bencana. Semua alangan harus mewaspadai potensi bencana serta prakiraan waktu waktu tertentu entang potensi bencana itu sendiri,”ujar Wabup Aceh Besar, yang juga ikut Apel Siaga Bencana, bersama Ketua DPRK Sulaiman SE, serta jajaran Forkopimda Aceh Besar.(**)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved