Gema Desak Polisi Tangkap Ahok

Meski aksi damai 4 November telah dilaksanakan secara besar-besaran terhadap dugaan

Gema Desak Polisi Tangkap Ahok
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan melakukan aksi di halaman Mapolda Aceh, Selasa (8/11/2016). Mereka meminta polisi segera memeproses secara hukum calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama yang diduga telah melakukan penistaan terhadap agama Islam. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Meski aksi damai 4 November telah dilaksanakan secara besar-besaran terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tapi, aksi demonstrasi yang mendesak pihak kepolisian untuk menangkap Ahok masih terjadi. Selasa kemarin massa yang tergabung dari Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan, berunjuk rasa di depan Mapolda Aceh.

Unjuk rasa tersebut mendesak Polri segera menangkap Ahok, atas dugaan penistaan Alquran, Surat Al Maidah Ayat 51 dan menghina ulama. Para pengunjuk rasa itu dalam orasinya, meminta pemerintahan Jokowi bersikap jujur, tegas dan tidak terkesan melindungi Ahok. “Pak Jokowi lambat merespon sikap umat Islam, sehingga memunculkan kecurigaan besar bahwa Ahok sedang dilindungi dan seolah-olah Ahok itu kebal hukum,” kata koordinator Aksi, Syakirin.

Ia menjelaskan, meski Ahok telah memohon maaf, tentu hal itu tidak menjadikan Ahok terbebas dari hukuman. “Bukti atas penistaan agama yang dilakukan telah cukup mengantarkan Ahok menjadi tersangka. Tangkap Ahok! Penjarakan Ahok!,” serunya.

Ia pun menegaskan dalam kasus dugaan penistaan agama yang buktinya telah jelas, tetapi Ahok dibiarkan bebas dan lolos, maka tudingnya tidak diragukan lagi, rezim pemerintahan saat ini sedang melindungi Ahok.

Ia mengatakan umat Islam menuntut Bareskrim Polri segera menangkap Ahok, selaku pihak terlapor dalam dugaan penista agama Islam berkaitan dengan Surat Al Maidah Ayat 51. “Umat Islam sudah sangat marah saat ini. Jangan sampai sedang fokus pada kasus Ahok, justru digiring ke isu-isu lainnya, seperti siapa yang menunggangi demo dan hal-hal lain. Tapi, lihat fakta kesalahan yang telah dilakukan Ahok. Itu harusnya menjadi fokus dan substansialnya, kenapa kasus ini terjadi,” ungkapnya. Aksi damai para massa mahasiswa ini ikut mendapat pengawalan dari personel Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh, Ambia Dianda, dalam siaran pers yang diterima Serambi kemarin mempertanyakan pada pihak kepolisian soal penangkapan Ami Jaya, Sekretaris Jenderal (Sekjend) HMI Pusat di gedung Sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung No 25 A, Jakarta, sekitar pukul 00:30 WIB, Selasa (8/11) dini hari yang dikaitkan dengan aksi damai 4 November 2016 lalu.

“Ini sangat disayangkan karena penangkapan dilakukan dini hari, mestinya diselesaikan secara baik-baik kalau dikaitkan dengan aksi unjuk rasa 4 November itu,” katanya.

Dituliskan juga, ditengah situasi negara seperti ini, polisi seharusnya jangan gegabah dalam bertindak menyelesaikan masalah dengan menambah masalah baru. Terkait kasus Ahok harus dilihat secara substantive, jangan ada pengalihan isu.(mis)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved