Demo Ahok

Buni Yani Bantah Edit dan Sunting Video Ahok Terkait Penistaan Al-Qur'an

"Jadi Pak Buni Yani mengupload video berdurasi 31 detik dari akun media NKRI, milik Pemprov DKI.‎

Buni Yani Bantah Edit dan Sunting Video Ahok Terkait Penistaan Al-Qur'an
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penggugah video Ahok, Buni Yani didampingi sejumlah kuasa hukumnya tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (10/1/2016). Kedatangan Buni Yani diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - ‎Usai diperiksa selama kurang lebih tujuh jam, Kamis (10/11/2016) di Bareskrim, KKP-Gambir, Jakarta Pusat, Buni Yani irit bicara.

Dia mempercayakan kuasa hukumnya yang menyampaikan hasil pemeriksaan dirinya sebagai saksi.

Termasuk untuk menjawab seluruh pertanyaan awak media.

"Pak Buni Yani hanya mengupload dan berikan caption. Tidak ada pengeditan dan penyuntingan yang dilakukan oleh Pak Buni Yani," ujar Aldwin Rahadian, kuasa hukum Buni Yani‎.

Aldwin Rahadian melanjutkan ‎sumber pertama video yang diambil Buni Yani ialah dari Pemprov DKI, sehingga dirinya menuntut Pemprov DKI juga harus diperiksa dan sudah diperiksa di hari yang sama.

"Jadi Pak Buni Yani mengupload video berdurasi 31 detik dari akun media NKRI, milik Pemprov DKI.‎ Buni Yani tidak mengedit atau menyunting. Dia upload dari media NKRI tanggal 5, lalu di upload ulang tanggal 6 tanpa ada yang ditambah dan kurangi," ujarnya.

Sementara itu, mengenai tujuan mengupload ialah karena dulu Buni Yani adalah wartawan.

Sehingga melalui video itu, ia ingin mengajak nitizen untuk berdiskusi.

"‎Latar belakang karena dia ingin mengajak diskusi nitizen, dia merasa ada pernyataan sensitif di video itu. Lalu diberi caption : Apa ini penistaan agama? Dia ingin mengajak publik meyakinkan bahwa ada sesuatu di video ini," katanya.

Editor: faisal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved