24 Pegiat Pers Kampus Dilatih Jurnalistik Wisata di Unsyiah

Pada hari kedua, para peserta menerima materi pengenalan video wisata yang disampaikan jurnalis Ekspedisi Indonesia Biru, Dhandy Dwi Laksono.

24 Pegiat Pers Kampus Dilatih Jurnalistik Wisata di Unsyiah
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
ILUSTRASI -- Wartawan senior Serambi Indonesia, Asnawi Kumar memberikan materi pada pelatihan jurnalistik kepada karyawan perusahaan batu bara di Aceh Barat Selasa (19/4/2016). 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 24 pegiat pers kampus dari sebelas Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Indonesia ikut Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) yang dilaksanakan LPM DETaK Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sejak Senin (14/11/2016) di kampus "jantong hatee" rakyat Aceh itu dan berakhir pada 19 November 2016 di kota wisata, Sabang.

Pelatihan ini mengusung tema jurnalisme wisata, diikuti 20 perempuan, empat laki-laki. Mereka berasal dari LPM Pijar USU, Lintas Polinel Lhokseumawe, Genta Andalas, Ganto Padang, Garda Media, Gagasan UIN Suska Riau, Sumber Post UIN Ar-Raniry, Vonis Padjajaran, Balairungpers UGM, Ukhuwah, dan LPM Patriotik.

Selama pelatihan, para peserta disuguhi berbagai materi. Antara lain, pengenalan video wisata, pengenalan kamera video dan foto, teknik penulisan naskah, sulih suara (dubbing), pengenalan aplikasi editing, serta praktik lapangan pengambilan video wisata yang dilaksanakan di Kota Banda Aceh dan Sabang.

Pada hari kedua, para peserta menerima materi pengenalan video wisata yang disampaikan jurnalis Ekspedisi Indonesia Biru, Dhandy Dwi Laksono.

Selain Dandy, dua pemateri lainnya yang turut diundang dalam kegiatan PJTLN ini adalah Davi Abdullah, wartawan Kompas TV Aceh, dan fotografer Syahrol Rizal.

Dhandy mengatakan, jurnalisme wisata bukan untuk mempromosikan tempat wisata, melainkan untuk melihat fakta-fakta di tempat wisata.

"Jurnalisme wisata bukan untuk mempromosikan tempat wisata, tapi melihat apa yang salah dengan tempat wisata. Jadi, kita melihat fakta-fakta tentang tempat wisata," ujarnya.

Dandhy berharap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan mampu melihat sisi lain dari tempat wisata, tidak hanya masalah keindahan lokasi wisata.

LPM DETaK merupakan lembaga pers mahasiswa di bawah naungan Unsyiah yang terbentuk jauh sebelum tsunami.

PJTLN Jurnalisme Wisata ini merupakan kali pertama dilaksanakan LPM DETaK berskala nasional. Kegiatan ini dimulai 14 November dan akan ditutup tanggal 19 November 2016 di Sabang.

Masridho Rambey, Pemimpin Umum UKM Pers DETaK Unsyiah kepada Serambinews.com mengatakan, pelatihan jurnalistik tingkat lanjut ini bertujuan untuk merangkul pegiat pers mahasiswa dari seluruh Indonesia.

"Ini juga upaya kita dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan pegiat pers mahasiswa," jelasnya. (*)

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved