Pilkada 2017

Panwaslih Ingatkan Paslon tak Saling Fitnah

Dua pasangan calon (paslon) wali kota/wakil wali kota Banda Aceh diminta tidak saling

Panwaslih Ingatkan Paslon tak Saling Fitnah

BANDA ACEH - Dua pasangan calon (paslon) wali kota/wakil wali kota Banda Aceh diminta tidak saling fitnah pada saat berkampanye, baik kampanye terbuka maupun tertutup atau dialogis. Masing-masing kandidat diminta komitmennya untuk menciptakan suasana pilkada damai. Kedua paslon tersebut adalah Illiza Sa’aduddin Djamal-Farid Nyak Umar dan Aminullah Usman-Zainal Arifin.

“Dalam materi kampanye itu tidak dibenarkan mempersoalkan lambang negara, simbol negara, juga jangan berbau fitnah, menjelekan calon lain, black kampain, atau kampanye terselubung,” kata Ketua Panwaslih Banda Aceh, Drs Sabirin kepada Serambi seusai acara Focus Group Discussion (FGD) di Media Center Panwaslih Banda Aceh, Senin (14/11).

Acara yang bertema “Pengawasan dan Tahapan Kampanye Pilkada 2017 di Kota Banda Aceh” dihadiri oleh semua anggota Panwaslih Banda Aceh, komisioner KIP Banda Aceh, Kabag Ops Polresta Banda Aceh, Kasatpol PP Banda Aceh, Kepala Kesbangpol Banda Aceh, masing-masing koordinator timses paslon dan para ketua partai politik pengusung/pendukung kedua paslon.

Sabirin juga mengajak semua paslon untuk menertibkan alat peraga kampanye yang diletakkan di tempat-tempat terlarang. Seperti di sekitar halaman Masjid Raya Baiturrahman, sekitar pendopo gubernur, sekitar Jasdam Neusu, dan seputaran Lapangan Blangpadang. Selain itu, kantor pemerintahan, tempat ibadah, lembaga pendidikan, dan fasilitas umum seperti perkarangan rumah sakit dan terminal.

Menurut Sabirin, ada lima titik yang dibolehkan memasang alat peraga sesuai surat edaran KIP Banda Aceh. Yaitu pada tanah kosong bekas penjara Keudah, tanah kosong di Simpang Jam (samping Museum Tsunami), Simpang Lueng Bata, Taman Wisata Ule Lheue, dan Jalan Tgk Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala. “Dilima tempat itu dibenarkan pasang alat peraga, mau baliho atau billboard silahkan,” ujarnya.

Selain dilima titik yang telah ditetapkan oleh KIP, Sabirin juga mengatakan bahwa masing-masing paslon masih bisa menambah baliho sebanyak tujuh lembar lagi dan boleh dipasang dimana saja dengan biaya sendiri selain di tempat terlarang. Sementara pemasangan baliho dilima titik yang telah ditentukan tadi sepenuhnya dibiayai oleh KIP Banda Aceh.

Dalam pertemuan itu, Sabirin juga mengatakan bahwa setiap paslon hanya dibolehkan membuka satu posko untuk tingkat kabupaten/kota, setiap kecamatan, dan setiap desa. “Alhamdulillah, kedua tim pemenangan pasangan calon ini menerima dengan baik,” katanya.

Sabirin juga menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan pelanggaran berat selama tahapan kampanye yang dilaporkan oleh masing-masing tim pemenangan paslon wali kota/wakil wali kota Banda Aceh. “Kalau yang sifatnya berat belum ada, selama ini hanya terjadi gesekan tingkat bawah saja seperti, adanya penghilangan alat peraga kampanye dari salah satu calon. Di sinilah terjadi gesekan karena langsung menuduh calon lain yang melakukannya,” katanya.

Karena itu, ia meminta kepada setiap paslon untuk menertibkan tim pemenangan masing-masing terutama yang di desa agar saling menjaga pilkada damai. Tetapi, apabila ada informasi pelanggaran, Sabiri meminta setiap tim pemenangan untuk melaporkan ke panwascam di setiap desa.

“Kita harapkan pilkada di Banda Aceh jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sebab kita menjadi barometer bagi kabupaten/kota lain di Aceh, karena sejelek-jeleknya kita, kita adalah ibukota provinsi, jadi harus jadi panutan bagi daerah lain,” ujarnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved