Inilah Keindahan Air Terjun Pria Anak Laot Sabang

Nama pria anak laot berasal dari nama desa tempat air terjun itu berada yaitu Desa Pria Laot Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Inilah Keindahan Air Terjun Pria Anak Laot Sabang
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI

Laporan Nurul Hayati | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Sabang tak hanya tentang wisata bahari.

Bentang alam Pulau Weh yang berkelok dan menanjak serta diapit pantai-pantai cantik membuat pengunjung takjub sekaligus menawarkan kejutan tersendiri.

Tersembunyi di balik lebatnya hutan tropis, air terjun pria anak laot menyemburkan kesegaran di tengah hawa pantai yang menyengat.

Air Terjun Anak Laot Sabang


Menjadikannya satu-satunya air terjun air terjun yang ada di Pulau Weh.

Menuju lokasi

Nama pria anak laot berasal dari nama desa tempat air terjun itu berada yaitu Desa Pria Laot Kecamatan Sukakarya Kota Sabang.

Berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Pelabuhan Balohan, Sabang.

Searah dengan tugu `Kilometer Nol' dan terpaut tak jauh dari Pantai Iboih yang merupakan pintu masuk wisata taman laut Sabang.

Air Terjun Anak Laot Sabang

Sebuah pamplet berisi petunjuk jalan akan mengantarkan kamu ke lokasi.

Silahkan parkirkan kendaraan dan berjalanlah menyusuri anak sungai.

Hawa sejuk langsung membekap, ditingkap gemericik air yang menyemburkan kesegaran.

Membuat berjalan kaki selama 1 Km menjadi tidak terasa.

Namun tidak dianjurkan kemari ketika hari hujan.

Pasalnya bekas air hujan akan membuat jalan setapak menjadi licin.

Tambahan lagi batu-batu besar lagi berlumut di sepanjang anak sungai bisa membahayakan pelintas.

Kamu bisa rehat sambil menikmati hijaunya kawasan yang memeluk kawasan Pria Anak Laot.

Sebuah air terjun berketinggian sekitar 10 meter menjadi akhir dari tujuan.

Di bawahnya kolam sedalam 1-2 meter menampung curahan air terjun yang berhulu di Danau Anak Laot dan Gunung Sarung Keris.

Air Terjun Anak Laot Sabang


Mengucur deras menyemburkan kesegaran.

Kamu tak akan menemui fasilitas apa pun di sini, sehingga jika ingin berlama-lama bisa mempertimbangkan membawa tenda atau hammock.

Menikmati sensasi lebih dekat dengan alam yang mendamaikan jiwa dan menenteramkan pikiran.

Ya, santai memang tak harus di pantai. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved