Intip Pembangunan Tugu Baru Nol Kilometer Indonesia, Seperti Apa?

Jika berangkat dari pusat Kota Sabang, maka dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam menuju lokasi wisata Kilometer Nol Indonesia.

Intip Pembangunan Tugu Baru Nol Kilometer Indonesia, Seperti Apa?
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Tugu Kilometer Nol 

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, ACEH - ‘Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau/sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia…’

Penggalan lirik lagu tersebut tentu tak asing lagi di telinga kita.

Ya, kali ini Serambinews.com akan mengajak kamu menjajal Sabang.

Kota ujung barat Indonesia sekaligus menjadi pulau terluar.

Pulau seluas 39.375 Hektare (Ha) ini ditetapkan sebagai titik nol kilometer negeri ini.

Pulau yang hampir sama dengan luas Pulau Batam tersebut berada pada posisi strategis pelayaran dan penerbangan internasional.

Sabang diapit oleh Teluk Benggala di sebelah utara, Samudera Indonesia di sebelah selatan, Selat Malaka di sebelah timur, dan Samudera Hindia di sebelah barat.

Kilometer Nol Indonesia menjadi salah satu magnet pariwisata kota itu.

Tentu tak lengkap rasanya menjejakkan kaki di Sabang tanpa mendatangi dan mengabadikan kedatangan.

Tugu Kilometer Nol

Akomodasi
Sebuah tempat bernama Desa Iboih Ujong Ba’u Kecamatan Sukakarya Kota Sabang menjadi lokasi ditetapkan ujung Barat Indonesia.

Untuk menuju kemari kita harus melewati kawasan hutan wisata yang melingkupi sisi jalan.

Pepohonan khas hutan tropis membuat hawa sepanjang perjalanan terasa sejuk.

Jika tidak memakai kendaraan pribadi, kamu bisa memakai angkutan umum minibus dengan membayar sekitar Rp 50 ribu per orang.

Selain itu ada juga jasa becak motor atau ojek dengan harga nego.

Sabang merupakan kota wisata, sehingga tak heran para pelaku usaha angkutan bisa merangkap sebagai pemandu (guide).

Sebagian dari mereka malah mahir bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris.

Keramahan khas orang Timur pun memburat dalam keseharian warganya, jadi jangan ragu untuk bertanya.

Jika ingin membawa serta kendaraan pribadi, maka kamu harus berlayar dari pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan, Sabang.

Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan laut dengan tiket Rp 30 ribu per orang dan ditambah ongkos angkutan kendaraaan.

Anda juga bisa memilih menggunakan kapal cepat yang merupakan kapal khusus penumpang dengan tarif mulai Rp 80 ribu per orang.

Pun begitu anda tak perlu khawatir, karena begitu mendarat di Pelabuhan Balohan, Sabang ada banyak usaha rental mobil yang menawarkan jasa.

Tarif rental mobil berkisar antara Rp 600 ribu – Rp 700 ribu per hari.

Namun jika hanya memakai jasa supir yang merangkap menjadi guide anda cukup membayar Rp 100 ribu saja.

Sedangkan jika ingin memakai rental sepeda motor bisa langsung menuju ke pusat kota dengan tarif rental Rp 25 ribu per hari.

Selain alternatif jalur laut, bagi anda pelancong dari luar daerah juga bisa memakai jasa maskapai penerbangan yangn melayani rute Bandara Kualanamu, Medan–Bandara Maimun Saleh, Sabang.

Untuk saat ini satu-satunya maskapai yang melayani rute tersebut hanya tebang tiga hari dalam sepekan dengan tarif tentatif.

Jika berangkat dari pusat Kota Sabang, maka dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam menuju lokasi wisata Kilometer Nol Indonesia.

Di kota wisata tersebut bertebaran penginapan, mulai kelas losmen hingga hotel dengan rate mulai Rp 150 ribu.

Namun jika datang bersama rombongan, lebih praktis menginap di cottage atau bungalow yang banyak terdapat di Iboih yang terpaut tak seberapa jauh dari Tugu Kilometer Nol Indonesia.

Wisata Kilometer Nol Indonesia
Tugu Kilometer Nol Indonesia merupakan destinasi ‘wajib’ jika menyambangi Pulau Weh.

Tempat ini tak pernah tutup alias buka sepanjang hari.

Anda cukup membayar uang retribusi saat masuk ke pintu gerbang lokasi wisata tersebut.

Tugu bertuliskan ‘Kilometer O Indonesia’ itu menggunakan huruf kapital berwarna coklat bata.

Berdiri di atas marmer berwarna hitam dan menghadap ke laut lepas.

Kilometer Nol

Tak ada yang istimewa dengan bangunan fisik monumen tersebut, selain tentu saja nilai historis geografis yang terkandung di dalamnya.

Tepat di sampingnya, sebuah tugu yang menjulang dengan kerangka besi dipersiapkan menjadi tugu baru Nol Kilometer.

Pembangunannya ditandai dengan peluncuran Kabinet Kerja oleh Presiden Jokowi yang menyambangi langsung Sabang.

Buat kamu yang hobi wisata belanja, di sini kamu juga bisa berbelanja oleh-oleh khas .

Sebut saja kaos print yang dibanderol mulai harga Rp 35 ribu – Rp 150 ribu per potong, tergantung kualitas bahan.

Sementara kaos untuk anak-anak dilepas seharga Rp 25 ribu saja. Anda juga bisa memborong aneka makanan khas seperti bakpia, dodol, hingga keripik mulai Rp 15 ribu per item.

Pas untuk buah tangan maupun sebagai teman dalam perjalanan.

Nah! Untuk mengabadikan jejak di ujung barat Indonesia itu tentu tak lengkap rasanya jika anda tak berfoto ria.

Video amatir juga bisa merekam jejak langkah anda ke salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

Untuk menjawab hal itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Sabang telah menyediakan sertifikat yang bisa kamu buatkan untuk mencantumkan nama kamu didalamnya.

Cukup membayar Rp 25 ribu saja, maka purna lah perjalanan anda menjajal Kilometer Nol Indonesia.

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved