Citizen Reporter

Di Box Hill, Pejalan Kaki Sangat Dihormati

MENJELAJAH di Box Hill, Australia, punya daya tarik tersendiri bagi kami mahasiswa Indonesia, setelah seminggu belajar

Di Box Hill, Pejalan Kaki Sangat Dihormati
HAFNA ZAKARIA

HAFNA ZAKARIA, Mahasiswa asal Aceh, ikut Mora Scholarship Students Mobility Program 2016, melaporkan dari Australia

MENJELAJAH di Box Hill, Australia, punya daya tarik tersendiri bagi kami mahasiswa Indonesia, setelah seminggu belajar di sini guna memperoleh pengalaman akademik di luar negeri di bawah naungan Mora Scholarship Students Mobility Program 2016.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk merasakan pengalaman akademik di luar negeri sekaligus rekomendasi untuk post-graduate yang ingin melanjutkan S2 di Australia. Tentunya dengan seleksi yang sangat ketat oleh pihak Ministry of Religious Affairs Indonesia (Mora).

Di sini saya tinggal di Hays International Colledge Dormitory, 15 Hay Street Box Hill South bersama 25 mahasiswa Indonesia lainnya. Masing-masing dari perwakilan provinsi se-Indonesia. Tempat utama tujuan kami dalam pembelajaran kali ini ialah Deakin University. Jarak Deakin dengan tempat tinggal kami sekitar 50 menit dengan berjalan kaki atau 15 menit menggunakan trem atau bus.

Untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang menarik, kami banyak berjalan kaki dari asrama ke Deakin University. Kami juga menggunakan semua jenis transportasi yang ada di Box Hill, Melbourne.

Pada umumnya orang di Box Hill sangat suka berjalan kaki atau mengendarai sepeda. Saya bahkan jarang dan hampir tidak menemukan sepeda motor di sini. Mereka lebih suka berjalan kaki atau mengendarai sepeda maupun menggunakan transportasi umum yang telah disediakan pemerintah.

Cara mudah menikmati transportasi umum ini adalah dengan membeli sebuah kartu Myki touch on system. Dengan satu kartu Miky seharga $45 AUD kita sudah dapat memanfaatkan semua jenis transportasi umum dan berpergian ke mana saja tanpa batas dalam satu minggu. Lalu lintas di Box Hill, Melbourne, sangatlah aman dan terkendali, tanpa macet dan mampu meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Kita hanya akan melihat beberapa buah mobil yang mewarnai jalan di Box Hill, namun tidaklah terlalu banyak jumlahnya karena hanya segelintir orang saja yang punya mobil di sini. Mungkin hal ini juga disebabkan oleh mahalnya harga pajak yang dikenakan oleh Pemerintah Australia terhadap pemilik mobil.

Hal yang perlu diapresiasi dari kebijakan Pemerintah Australia adalah dukungannya terhadap pejalan kaki di Box Hill. Hal ini dapat kita lihat dari tatanan/susunan bangunan kota yang selalu menyediakan jalur atau space khusus untuk pejalan kaki (pedestrian area) di setiap desa maupun kota.

Di setiap jalan raya kita akan temukan jalan khusus untuk pejalan kaki yang diselingi oleh tanaman rumput, baru kemudian jalan raya. Tentu saja hal ini akan membuat pejalan kaki aman tanpa harus merasa takut ditabrak ataupun terganggu oleh pengendara lainnya.

Yang menariknya lagi, para pengendara mobil juga sangat menghargai pejalan kaki. Mereka akan berhenti jika melihat pejalan kaki walaupun masih dalam jarak 20 meter. Para pejalan kaki sangat didahulukan di kota ini, tanpa harus berlari ketika berhadapan dengan mobil. Lazimnya mereka akan sabar menunggu hingga kita menyeberang jalan dengan selamat. Ini juga menjadi pengalaman yang lucu bagi kami mahasiswa Indonesia ketika menyeberang jalan, tentu saja di sini kita tidak boleh menyeberang sembarangan. Kita harus menyebrang di zebra cross yang telah tersedia.

Nah, ketika sebuah mobil menghampiri kami yang ingin menyeberang jalan, tentu saja kami berlari supaya tidak membuat pengemudi menunggu terlalu lama.

Gelagat ini tentu saja menjadi pemandangan yang lucu bagi para pengemudi di sini dengan setengah tersenyum dia, sang pengemudi mobil pun berkata, “Its okey, just go. I am waiting.” Nah, sangat menenteramkan jiwa, bukan?

Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved