Polisi Akan Datangi Rumah Korban Amonia

Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe dalam waktu dekat akan memintai keterangan para korban

Polisi Akan Datangi Rumah Korban Amonia
KORBAN terhirup kebocoran amonia PT PIM di rawat di RS PT Arun, Lhokseumawe, Sabtu (12/11). Hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, 20 warga dari Desa Tambon Tunong masih dirawat di rumah sakit tersebut. 

LHOKSUKON - Penyidik Reskrim Polres Lhokseumawe dalam waktu dekat akan memintai keterangan para korban kebocoran amonia PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Penyidik akan mendatangi rumah-rumah korban, jika para korban tersebut tidak memungkinkan hadir ke Mapolres Lhokseumawe.

“Sebelumnya memang kita sudah menginterogasi 21 korban amonia saat mereka dirawat di rumah sakit. Tapi penyidik masih membutuhkan keterangan para korban. Jadi dalam waktu dekat akan kita jadwalkan pemeriksaan. Jika tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan di Mapolres, kita yang akan datang ke rumah korban,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir, kemarin.

Direncanakan, pemeriksaan itu dilakukan di rumah korban, agar memudahkan untuk mengetahui darimana sumber paparan amonia. Setelah itu baru dilanjutkan kembali dengan pemeriksaan karyawan PIM.

“Untuk sementara karyawan yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus itu tiga orang. Setelah kita periksa korban dan karyawan, baru kita gelar perkara untuk melihat apakah ada unsur pidana dalam kasus itu atau tidak,” katanya.

Menurut AKP Yasir, berdasarkan hasil penyelidikan sementara dalam kasus itu, tergambar terjadinya paparan amonia itu bukan disengaja. “Tapi kepastiannya nanti baru diketahui setelah gelar perkara. Karena dalam kasus itu kita juga membutuhkan saksi ahli. Namun, persoalannya, kita belum memiliki alat untuk menangkap udara setelah terjadi paparan amonia agar bisa diperiksa dalam laboratorium,” demikian Yasir.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Dewantara, yaitu Desa Tambon Baroh, Tambon Tunong, dan Paloh Gadeng, tumbang setelah menghirup paparan amonia PT PIM, pada Sabtu 12 November lalu. Ada belasan warga yang yang harus menjalani rawat inap hingga beberapa hari.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved