Polisi Tangkap 4 Pembobol Rumah

Personel Polsek Darussalam, Aceh Besar dan Polsek Syiah Kuala, Banda Aceh, menangkap empat

* Modus Ketuk Pintu

BANDA ACEH - Personel Polsek Darussalam, Aceh Besar dan Polsek Syiah Kuala, Banda Aceh, menangkap empat pelaku pembobol rumah kosong dengan modus operandi mengetuk pintu rumah serta berpura-pura menjadi pemotong rumput. Selain menangkap keempat pelaku yang dibantu Tim Gagak bentukan Polresta Banda Aceh itu, polisi juga mengamankan belasan barang bukti (BB) hasil curian.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH melalui Kapolsek Syiah Kuala AKP Asyhari Hendri, Banda Aceh, Minggu (20/11) mengatakan penangkapan pertama dilakukan terhadap JF (24) warga Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Jumat 4 November 2016.

Kemudian dari pengembangan, polisi mengantongi nama berinisial AF (25) dan HR alias Daud (26) yang tercatat warga Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. “AF sudah duluan diringkus oleh personel Polsek Darussalam. Hasil interogasi AF oleh penyidik Polsek Darussalam, munculah nama HR alias Daud yang akhirnya kami tangkap Senin, 7 November 2016 dibantu oleh Tim Gagak Polresta,” sebut Asyhari.

Karena pelaku sama dan beraksi di dua kecamatan itu, sehingga Polsek Syiah Kuala dan Darussalam, Aceh Besar, berkolaborasi mengungkap seluruh jaringannya. “Khusus HR alias Daud merupakan residivis dalam kasus yang sama dan pernah dihukum beberapa tahun. Kini dia mengulangi kembali perbuatannya. Kami dari Polsek Syiah Kuala dan Polsek Darussalam, masih melakukan pengembangan, karena terindikasi ada pelaku lain yang ikut menampung barang curian yang digasak HR, JF serta dua pelaku lainnya yang ditangani Polsek Darussalam, Aceh Besar,” ujarnya.

Menurut Asyhari, dalam aksinya HR dan JF berpura-pura mencari alamat seseorang dengan cara mengetuk rumah-rumah yang menjadi targetnya. Bila ada penghuni keluar dari rumah, maka pelaku akan menanyakan seseorang dan seolah-olah sedang mencari seseorang yang diberi alamat rumah yang salah. Namun, berbeda jika tidak ada sahutan dari dalam rumah, pelaku langsung mengeluarkan alat bantu untuk membongkar rumah tersebut.

“Rumah di Kompleks Kopelma yang digasak waktu itu sedang ditinggal kosong oleh pemiliknya. Hasilnya HR dan JF menggasak 2 unit printer, satu sepeda motor Yamaha Mio J merah dan satu lembar STNK sepeda motor Yamaha,” sebut Asyhari.

Kapolsek Darussalam, AKP Nasaruddin menyebutkan HR, AF, yang pernah melakukan aksi yang sama di wilayah Syiah Kuala, Banda Aceh, juga membongkar rumah Dr Fachrul Razi (40), seorang dosen yang tinggal di Gampong Tungkop. Kejahatan kedua pelaku ikut dibantu oleh NI (26) warga Kecamatan Darussalam. “Penangkapan pertama kami lakukan terhadap AF. Pengakuannya selain dia, ada pelaku lain yakni NI dan HR alias Daud. Ternyata, HR juga melakukan aksi yang sama di wilayah Polsek Syiah Kuala, sehingga kami berkoordinasi dengan Polsek Syiah Kuala yang akhirnya ikut mengintrogasi AF,” sebut Nasaruddin.

Ia menjelaskan selain mengetuk pintu rumah, untuk mengetahui ada pemiliknya atau tidak, pelaku juga berpura-pura menjadi tukang pemotong rumput. “Dari pencurian di wilayah Darussalam, kami mengamankan satu laptop, unit helikopter jenis drone, satu handycam, dua hard disk, satu power bank dan satu kamera digital. Lalu serta alat-alat bantu yang digunakan untuk melakukan aksinya,” pungkas AKP Nasaruddin.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved