Breaking News:

Lagi, Rombongan Rohingya dari Langsa Dibawa ke Medan

Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Selasa (22/11) kembali memberangkatkan 19 Muslim Rohingya, Myanmar

Editor: bakri
menatapaceh.com

* Imigran Sri Lanka dan India Ditolak sebagai Pengungsi

LANGSA - Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Selasa (22/11) kembali memberangkatkan 19 Muslim Rohingya, Myanmar ke Medan, Sumatera Utara guna persiapan menuju negara ketiga, Amerika Serikat. Hingga kemarin masih tersisa 39 orang, termasuk empat orang yang ditahan karena kasus narkoba.

Kasi Lintaskim Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Fauzi Yusuf SH yang dihubungi Serambi, Selasa (22/11) mengatakan, 19 pengungsi suku Rohingya diberangkatkan ke Medan, pukul 07.00 WIB, Selasa (22/11). Mereka akan bergabung dengan pengungsi Rohingya lainnya yang telah lebih duluan ke sana.

“Total sebelumnya mereka tersisa 58 orang di kamp pengusian Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro. Hari ini kembali diberangkatkan 19 orang, jadi masih ada 39 orang lagi termasuk 1 orang asal Bangladesh,” jelas Fauzi.

Fauzi menambahkan, dari 39 orang Rohingya tersebut, direncanakan Jumat (25/11) pagi akan diberangkatkan lagi ke Hotel Baraspati, Medan. Sehingga mereka yang masih berada di kamp pengungsian Timbang Langsa sebanyak 27 orang termasuk empat orang Rohingya dan Bangladesh laki-laki yang kini berada di LP Kelas IIB Langsa.

United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menolak 37 imigran gelap Sri Lanka dan dua imigran gelap India yang sekarang ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe menjadi pengungsi. Sedangkan yang ditetapkan sebagai pengungsi hanya lima orang imigran Sri Lanka.

Seperti diketahui, puluhan imigran asal Srilanka yang menumpangi kapal berbendera India terdampar di wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Laut Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu 11 Juni 2015 sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa hari kemudian mereka dipindahkan ke Lhokseumawe.

Sekitar Juni lalu, pihak UNHCR, IOM, kedubes Sri Lanka, dan India melakukan verifikasi terhadap para pengungsi tersebut. Sehingga disimpulkan, dari 44 imigran, 42 di antaranya warga Sri Lanka dan dua imigran asal India.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Ahmad Samadam SIP, Selasa (22/11) menyebutkan, kelima imigran Sri Lanka ditetapkan sebagai pengungsi merupakan keputusan dari UNHCR dan IOM. “Bagaimana kriterianya sehingga bisa ditetapkan sebagai pengungsi, kita tidak paham. Mungkin saat proses wawancara yang dilakukan UNHCR dan IOM,” katanya.

Bagi kelima imigran Sri Lanka yang tetapkan sebagai pengungsi tersebut kini sedang dicarikan negara ketiga yang mau menampung mereka.

Bagi 37 imigran Sri Lanka dan dua imigran India yang ditolak sebagai pengungsi, akan dipulangkan ke negara asalnya. “Sejauh ini yang sudah mau pulang kembali ke negaranya ada 11 orang, yakni sembilan warga Sri Lanka dan dua dari India. Bagi yang sudah mau pulang kini sedang diurus dokumen perjalan,” ujarnya.

Bagi 26 imigran Sri Lanka lainnya yang tidak bisa ditetapkan sebagai pengungsi, saat ini sedang diupayakan agar tetap mau pulang ke negaranya. “Sekitar satu pekan lalu, pihak Imigrasi, UNHCR, dan IOM telah datang kembali ke lokasi pengungsian melakukan konseling agar mereka mau pulang kembali ke negaranya. Sedangkan selama masih belum mau pulang ke negaranya, mereka tetap akan ditampung di lokasi pengungsian sekarang ini,” demikian Ahmad Samadam.(zb/bah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved