Pemira Unimal Ricuh

Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa (Pemira BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara

Pemira Unimal Ricuh
Plt Ketua BEM Unimal Zahri Abdullah membawa mahasiswa yang berselisih paham dengan mahasiswa lainnya di kampus Bukit Indah agar tak terjadi bentrok. Selasa (22/11).SERAMBI/JAFARU 

* Penghitungan Suara Dipindah

LHOKSUKON – Pemilihan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa (Pemira BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara di Kampus Bukit Indah, Selasa (22/11), diwarnai kericuhan. Akibatnya, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unimal pada Selasa sekitar pukul 19.45 WIB terpaksa mengangkut dua kotak suara Pemira BEM Unimal ke Gedung ACC Cunda Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe untuk penghitungan suara.

Pemindahan kotak suara itu disebabkan aksi ricuh sekelompok mahasiswa sejak pukul 16.30 sampai pukul 19.30 WIB masih berlangsung. Diperoleh informasi bahwa pemira tersebut untuk memilih tiga pasangan Ketua dan Wakil Ketua BEM Unimal periode 2016-2017. Sejak pagi, pemilihan berlangsung lancar.

Ketiga pasangan tersebut adalah paket A Muslem dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berpasangan dengan Jalaluddin dari Fakultas Pertanian, paket B, Riski Munandar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis berpasangan dengan Maimun dari Fakultas Pertanian. Sedangkan paket C adalah Marwan Nur dari Fakultas Teknik berpasangan dengan Iqbal Karmadi dari Fakultas Hukum.

Pemilihan diadakan di empat lokasi, masing-masing di Kampus Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Gedung ACC Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kampus Bukit Indah, dan Kampus Utama Reuleut di Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Sekitar pukul 16.30 WIB, tiba-tiba di Kampus Bukit Indah terjadi kericuhan oleh sekelompok mahasiswa. Hal itu terpicu, ketika sekelompok mahasiswa hendak memarkir sebuah mobil double cabin yang bagian depannya bertuliskan ‘Kuta Pase’ tak jauh dari lokasi tempat pemunguatan suara (TPS).

Ketika diklakson, mahasiswa yang duduk di pinggir parit sedang menunggu hasil pemilihan suara, tidak bersedia bangun. Lalu sekelompok mahasiswa tersebut memarkir mobilnya di lokasi tersebut.

Tiba-tiba salah seorang dari mahasiswa menyebutkan kata-kata tidak senonoh. Menengar kata-kata itu, mahasiswa yang berada dalam mobil itu marah dan mengejar si mahasiswa yang berkata kotor tadi. Beruntung, sebelum terjadi bentrokan, Resimen Mahasiswa (Menwa) cepat melerai dibantu dua polisi dan Satpam, sehingga situasi kembali reda.

Mobil yang digunakan mahasiswa itu dari pagi berwara-wiri mengelilingi Kampus BI. Sekitar pukul 17.30 WIB sekelompok mahasiswa kembali mengejar mahasiswa yang menyebutkan kata-kata tak senonoh tadi, sehingga Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BEM Zahri Abdullah, harus menenangkan mereka dan meminta agar menahan emosi.

Tak lama kemudian, sekelompok mahasiswa itu langsung ke luar kampus, seraya menyebutkan akan menunggunya di luar kampus.

“Setelah magrib kita mulai lagi penghitungan suara. Tapi karena masih ramai mahasiswa di kawasan itu, sehingga terpaksa kita hentikan. Apalagi ada yang menyebutkan kata-kata tidak baik kepada panitia, jadi untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, proses penghitungan suara dilanjutkan di Gedung ACC,” ujar Ketua DPM Unimal M Ali kepada Serambi tadi malam.

Sementara itu, Plt Ketua BEM Unimal Zahri Abdullah menyebutkan, pihaknya sudah berupaya menenangkan sekelompok mahasiswa tersebut, tapi tetap saja setelah ditenangkan mereka tak menerima perkataan tidak senonoh tersebut. “Padahal, proses pemilihan dari pagi lancar-lancar saja,” pungkas Zahri. (jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved