Breaking News:

Tanggul Baru tak Mampu Cegah Banjir

Pembangunan tanggul pengaman tebing di sepanjang aliran sungai Gampong Drien Jaloe, Kecamatan

* Empat Unit Rumah Rusak

TAPAKTUAN - Pembangunan tanggul pengaman tebing di sepanjang aliran sungai Gampong Drien Jaloe, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan bukan mencegah terjadinya banjir. Malahan membuat gampong dimaksud semakin sering dilanda banjir. Sedangkan dua unit rumah warga di Desa Jambo Papen dan Desa Drien Jalo rusak akibat terjangan banjir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Aceh Selatan, Rahmad Humaidy ST MM kepada Serambi, kemarin mengatakan, air sempat masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 30-50 cm di Gampong Jambo Papen dan Drien Jalo. Banjir luapan Krueng Meukek menyebabkan dua rumah rusak. Di Kecamatan Sawang, dua unit rumah warga di Gampong Pawoh juga rusak akibat terjangan banjir luapan. “BPBD Aceh Selatan sudah menuju ke Kecamatan Trumon Timur, Desa Pinto Rimba untuk mencari orang hanyut,” ujarnya.

Informasi yang diterima Serambi dari masyarakat Meukek, pembangunan tanggul pengaman tebing yang airnya air diarahkan ke perkampungan. Tuha Peut sudah pernah menegur, namun mereka tidak juga mengindahkannya. “Bahkan dengan saya sendiri mereka tidak pernah berkoordinasi menyangkut pembangunan tanggul dimaksud,” kata Keuchik Gampong Drien Jaloe, Amaruddin, Senin (21/11).

Banjir pada Senin lalu, kata Amaruddin, telah menggenangi empat gampong, yaitu Jambo Papeun, Bukit Mas, Drin Jaloe, dan Blang Kuala. Debit air kali ini tidak begitu besar tapi yang membuat gampong tergenang. “Padahal sebelumnya perangkat desa telah mendatangi Dinas BMCK untuk merubah letak pembangunan tanggul tersebut ke lokasi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, namun tidak diindahkan,” ungkapnya.

Banjir di Blang Kuala, kata Amaruddin, disebabkan penyusunan batu penahan untuk irigasi Blang Kuala terlalu tinggi sehingga air cepat meluap dari saluran irigasi ke pemukiman warga. Demikian juga di Bukit Mas, irigasi yang baru dibangun jebol sehingga air mengenangi pemukiman warga. “Sementara di Jambo Papeun tanggul yang diharapkan warga sepanjang 500 meter belum juga dibangun. Padahal rumah warga di sepanjang sungai tersebut sangat rawan dari ancaman banjir,” harapnya.

Sementara itu, mahasiswa dari Jurusan Hukum Tata Negera (HTN), Fakultas Syariah, UIN Ar Raniry Banda Aceh, Selasa (22/11) menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir di Desa Tuwi Pria, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

Bantuan dari mahasiswa berupa beras dan indomie yang diserahkan langsung kepada Keuchik Tuwi Pria, Zainal Abidin untuk segera dibagikan kepada korban banjir di daerah tersebut. “Bantuan yang kita berikan berupa beras sebanyak 15 dan indomie,” ujar Saifullah, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HMPS) Fakultas Syariah.

Terkait dengan persoalan itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh Selatan M Yunus ST yang dikonfirmasi Serambi terpisah via telepon selulernya membantah tudingan banjir yang terjadi didaerah itu akibat pembangunan tanggul dimaksud. “Ya sebenarnya perlu ditambah lagi, cuma dana tidak mencukupi. Di Drien Jaloe yang dibangun bukan tanggul pengaman tebing, akan tetapi bendungan irigasi, sungai tersebut memang sering dilanda banjir, yang kita buat bendungan air,” jelasnya singkat.(tz/c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved