8 WNI Korban Perdagangan Orang di Mesir Dipulangkan ke Indonesia

Sebanyak delapan warga negara Indonesia yang dipekerjakan sebagai tenaga kerja domestik korban perdagangan orang ke Mesir,

8 WNI Korban Perdagangan Orang di Mesir Dipulangkan ke Indonesia
KOMPAS/MUSTAFA AR

SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Kasus perdagangan manusia dari Indonesia ke luar negeri masih terus terjadi, termasuk ke Mesir.

Sebanyak delapan warga negara Indonesia yang dipekerjakan sebagai tenaga kerja domestik korban perdagangan orang ke Mesir, Rabu (23/11/2016), dipulangkan ke Indonesia.

Mereka tiba dari Kairo di Jakarta pada hari ini, Kamis (24/11/2016).

Dengan pemulangan kali ini, maka genap 70 WNI yang telah dipulangkan akibat overstay/undocumented di Mesir. Hal ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah RI sepanjang tahun anggaran 2016.

Mereka masing-masing, dua orang berasal dari Provinsi Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah, sementara lainnya berasal dari NTB dan Jawa Timur.

Permasalahan pun nyaris serupa, yaitu hak gaji yang tertunggak selama beberapa bulan, mendapat kekerasan verbal, bahkan kekerasan fisik ringan.

Ada pula yang mendapatkan beban kerja yang terlalu berat.

Sepanjang 2016, KBRI Kairo pun telah berhasil memperjuangkan equivalen sekitar Rp 300 juta, baik hak-hak gaji, kompensasi maupun hak dalam bentuk lainnya.

Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Cairo, Windratmo menjelaskan, dari jumlah yang dipulangkan kali ini, mereka rata-rata belum bekerja selama satu tahun.

Bahkan, tiga di antaranya baru tiba di Mesir setelah Maret 2016, di mana telah ditegaskan kembali pelarangan Pemerintah RI (SK No. B 26/MEN/PPTK-PTKLN/III/2016) untuk bekerja sebagai TKI informal di Timur Tengah.

Mereka seluruhnya mengaku tidak mengerti mengenai peraturan dan hanya ingin dicarikan kerja oleh para sponsornya di Indonesia.

Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzi berpesan agar para purna TKI ini tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Mereka juga diharapkan dapat menjadi pembawa pesan positif ‘anti-perdagangan orang’, dimulai dari lingkungan terkecilnya, yaitu keluarga dan tetangga masing-masing di kampung.

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved