Rumah Duafa tak Berlistrik

Sebanyak 165 unit rumah duafa yang dibangun Pemerintah Kabupaten Abdya tidak memiliki instalasi

DOK.PIDIE MENGAJAR
Rumah Lena Zahra di Gampong Adang Beurabo, Kecamatan Padang Tiji 

BLANGPIDIE - Sebanyak 165 unit rumah duafa yang dibangun Pemerintah Kabupaten Abdya tidak memiliki instalasi jaringan listrik dan air bersih. Kondisi ini dinilai menyulitkan warga terutama para penerima manfaat dari rumah tersebut. Sejumlah keluarga pemilik rumah terpaksa harus menempati rumah tersebut karena khawatir akan diserobot pihak lain meskipun tanpa listrik dan air bersih.

“Kalau kami tidak tidur di rumah ini, takutnya rumah kami diserobot dan ditempati oleh orang lain, seperti yang dialami beberapa penghuni di sini,” ujar Heri, seorang penerima rumah duafa di kawasan Susoh kepada Serambi kemarin. Berdasarkan data yang diperoleh Serambi pembangunan rumah duafa tersebut tersebar di Desa Ladang dan Ujong Padang, Kecamatan Susoh, Desa Guhang dan Mata Ie, Kecamatan Blangpidie, dan Desa Kuta Makmur, Kecamatan Jeumpa. Berdasarkan informasi sejak serah terima dari pemerintah kepada penerima pada Agustus lalu, penerima rumah harus rela tidur dan beraktifitas tanpa aliran listrik.

Padahal sejumlah persyaratan untuk pemasangan listrik untuk kategori empat dan enam ampere berupa KTP dan Jamkesmas telah dipenuhi beberapa bulan lalu. Namun pemasangan listrik yang dijanjikan pada November, hingga memasuki awal Desember 2016 juga belum teralisasi. Padahal, di seputaran rumah yang dibangun dengan APBK tahun 2015 senilai Rp 14 miliar itu telah terpancang sejumlah tiang listrik untuk kabel penyambung arus ke setiap rumah.

“Selama tinggal di sini, banyak yang membeli nasi bungkus atau masak di rumah saudaranya. Pada malam kembali pulang tidur sekaligus membawa bekal untuk makan malam dan pagi. Faktornya ya karena tidak ada listrik, kalau ada listrik tentu kami tidak harus bolak balik ke rumah saudara dan orang tua seperti ini,” kata Heri.

“Tiang untuk listrik ini sudah beberapa bulan dipasang, namun belum ada tindak lanjut, dan ada beberapa tiang sudah miring yang mengarah ke rumah, kalau tidak dipasang, kami khawatir sejumlah rumah akan tertimpa tiang,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Distamben Abdya Drs Ikhsan mengatakan pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak PLN Wilayah Aceh karena pemasangan listrik tersebut merupakan kewenangan PLN.

“Kendalanya di situ, makanya kita akan berkonsultasi dengan PLN wilayah, kita berharap dalam waktu dekat listrik bisa terpasang sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan (empat dan enam ampare-red), mengingat sudah memasuki akhir tahun, kalau tidak anggarannya akan mati,” ujar Ikhsan kepada Serambi kemarin.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved