Hikmah Wakilah Beri Modal Kepada Tiga BPRS

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Hikmah Wakilah Banda Aceh memberikan linked program

Hikmah Wakilah Beri Modal Kepada Tiga BPRS
Direktur Utama BPRS Hikmah Wakilah Banda Aceh, Sugito menyaksikan penandatangan akad pembiayaan (Linked program) yang dilakukan oleh Direktur Utama BPRS ADECO, Mukhlis, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (6/12). Penandatangan ini juga dilakukan oleh Direktur Utama BPRS Kota Juang, Yusrizal serta Direktur Utama BPRS Rahmania Dana Sejahtera, Ridwan yang disaksikan oleh notaris. SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

BANDA ACEH - Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Hikmah Wakilah Banda Aceh memberikan linked program atau modal kerja kepada tiga BPRS di Aceh, yaitu BPRS ADECO (Langsa), BPRS Kota Juang (Bireuen) dan BPRS Rahmania Dana Sejahtera (Bireuen). Pemberian modal kerja ini ditandai dengan penandatangan akad pembiayaan yang disaksikan notaris di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, Selasa (6/12).

Direktur Utama BPRS Hikmah Wakilah, Sugito dalam sambutannya menyebutkan masing-masing BPRS tersebut diberikan linked program tahap awal Rp 500 juta. Hal tersebut diberikan, karena pihaknya menilai ketiga BPRS itu memiliki kinerja yang sampai Oktober-November tingkat keuntungannya sudah mempunyai laba.

“Ini termasuk salah satu penilaian dari kami, BPRS-nya di periode tahun berjalan sudah harus ada laba. Disamping persyaratan-persyaratan lainnya,” kata Sugito.

Ia menambahkan dana tersebut dapat disalurkan kembali ke pelaku-pelaku usaha kecil atau mikro yang dampaknya akan menjadi pertumbuhan di masing-masing BPRS serta para pelaku usaha kecil.

Selain itu, ia juga menyampaikan di Aceh sudah ada sepuluh BPRS, termasuk Hikmah Wakilah dan lima BPR konvensional. Saat ini salah satu BPR yaitu Mustaqim sedang konversi dari konvensional ke syariah yang diharapkan dapat terlaksana pada 2017.

“Tidak hanya BPR Mustaqim, tapi yang lain juga bisa hijrah ke syariah. Karena kami di perbankan syariah ini Hikmah Wakilah dan bank-bank umum syariah agak sedikit terhambat apabila ingin melakukan kerja sama dengan BPR konvensional atau bank konvensional,” ungkap Sugito.

Pasalnya, kata Sugito dalam aturannya itu ada pembatasan bahwa bank syariah tak boleh menempatkan dana di BPR konvensional atau bank umum konvensional. “Tapi sebaliknya jika mereka kelebihan dana ingin menempatkan di BPR syariah atau bank umum syariah, itu tidak dilarang,” jelasnya.

Hal lainnya, ia juga menyampaikan sumber dana BPRS Hikmah Wakilah saat ini sudah cukup baik. Posisi November 2016 dana pihak ketiga yang terhimpun Rp 45 miliar dalam bentuk tabungan dan deposito. Nilai ini tumbuh sebesar 38 persen dibandingkan pada Desember 2015 yang mencapai Rp 32,5 miliar.

Sementara dari jumlah pembiayaan yang diberikan juga tumbuh 26 persen dibandingkan Desember 2015 Rp 27,8 miliar menjadi Rp 35 miliar pada posisi November 2016. “Target pada Desember ini pembiayaan yang diberikan dapat meningkat dari Rp 35 miliar menjadi Rp 38 miliar,” demikian Sugito. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved