Reje Ketol Berwisata ke Gempol

Sebanyak 31 reje kampung (keuchik) di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah melakukan wisata

Reje Ketol Berwisata ke Gempol

* Berlatih Olah Tebu Jadi Gula Merah

TAKENGON - Sebanyak 31 reje kampung (keuchik) di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah melakukan wisata belajar ke Kecamatan Sumber Gempol, Kabupaten Tulung Agung, Provinsi Jawa Timur. Mereka belajar dari pola tanam sampai mengolah tebu menjadi gula merah bermutu tinggi.

Camat Ketol, Maimun kepada Serambi, Selasa (6/12) mengatakan, reje kampung di wilayahnya diterbangkan ke Sumber Gempol untuk mempelajari proses pengolahan tebu yang baik, sehingga bisa memberikan nilai tambah. “Hasil produksi gula tebu di daerah kita masih tertinggal jauh bila dibandingkan dengan Tulung Agung,” kata Maimun.

Dia mencontohkan tebu sebanyak 6 hingga 7 ton hanya mampu menghasilkan gula merah sekitar 500 kg. Tetapi, sebutnya, di Sumber Gempol, dengan jumlah yang sama, dapat menghasilkan 1 ton atau terjadi perbedaan produksi 500 kg.

Dia menjelaskan pola tanam dan perawatan hingga pengolahan paskapanen yang dilakukan selama ini masih belum begitu baik, makanya hasilnya juga tidak maksimal, “Studi banding yang diikuti para reje selama dua hari untuk melihat proses penanaman sampai pengolahan paskapanen tebu, hingga menghasilkan gula merah,” ujarnya.

“Kita juga menargetkan, pengolahan tebu di Kecamatan Ketol bisa dilakukan secara profesional, sehingga mampu menghasilkan gula merah yang baik, baik segi kuantitas maupun kualitas,” harapnya. Dia mengakui, para petani tebu di wilayahnya memiliki kebiasaan turun-temurun yang menyebabkan hasil produksi tidak optimal.

Diantaranya, perawatan lahan kebun masih mini, bahkan setelah menanam, para petani membiarkan lahan tebunya tanpa perawatan yang baik. “Di Tulung Agung, dalam satu hektare kebun tebu, membutuhkan pupuk sampai satu ton, tentu hasilnya akan baik,” ujar Camat Ketol ini.

Sementara itu, para reje kampung yang mengikuti studi banding terkait dengan pengolahan kebun tebu serta gula merah, nantinya akan menyampaikan kepada masyarakat. Terutama para petani tebu serta pemilik usaha pengolahan tebu menjadi gula merah tentang pengelolaan kebun tebu serta pengolahan gula merah yang baik.

“Tebu di daerah kita sebenarnya sudah cukup bagus, hanya saja sistem pengelolaanya, mulai dari tanam hingga paskapanen yang belum memenuhi standar,” pungkasnya. Seperti diketahui, Kecamatan Ketol merupakan salah satu daerah penghasil tebu terbesar di kabupaten Aceh Tengah, namun pengelolaannya masih dilakukan secara konvensional sehingga belum memberikan hasil yang maksimal.(my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved