Plt Bupati: Pejabat Singkil tidak Peka

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Singkil Asmauddin mengungkapkan kekesalannya atas ketidakpekaan

Plt Bupati: Pejabat Singkil tidak Peka
Plt Bupati Aceh Singkil, Asmauddin, memeriksa kualitas beras sebelum dibagikan kepada korban banjir, Rabu (7/12) 

SINGKIL - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Singkil Asmauddin mengungkapkan kekesalannya atas ketidakpekaan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di jajaran Pemkab Aceh Singkil selama ini, khususnya dalam menghadapi musibah banjir. Asmauddin bahkan menuding ada pejabat yang terkesan bergembira ria dengan main batu domino ditengah kesulitan warga bergumul dengan banjir yang tak kunjung surut.

“Padahal, bencana alam merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah serta masayarakat. Bukan hanya tugas Dinas Sosial serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Semua saat tanggap darurat harus terlibat, tapi masih ada kepala SKPK yang tidak peduli, malah main batu,” kata Asmauddin, Rabu (7/12), saat penyerahan beras bantuan masa panik bagi korban banjir di Kecamatan Singkil.

Bukan hanya main batu domino, menurut Kepala Satpol PP dan WH Aceh itu, ada juga pejabat di jajarannya yang sama sekali tidak menampakkan diri selama musibah banjir berlangsung. Bahkan sampai banjir jilid kedua berkhir, kata dia, tidak diketahui keberadaannya. “Mana Kepala Dinas Kesehatan? Direktur RSUD selama banjir tidak pernah terlihat. Sampai banjir surut tidak juga terlihat batang hidungnya,” kata Asmauddin dengan nada kesal.

Menurut dia, sikap empati harus ditunjukkan kepada seluruh rakyat yang sedang terkena musibah. “Sebagai contoh, diperlihatkan oleh Plt Gubernur, Pangdam IM dan Kapolda, saat datang mereka makan saja tidak mau di pendapa. Beliau menyampaikan ketika rakyat sedang susah, jangan pula kita enak-enak makan di pendapa. Mengapa kita yang ada di sini tidak perduli,” ketusnya.

Di sisi lain, Asmauddin menyinggung dana tanggap darurat yang sudah dianggarkan sekitar Rp 200 juta dalam APBK Perubahan. Namun uang itu belum bisa digunakan, walau sudah disahkan DPRK. Sebab, masih menunggu persetujuan dari Mendagri. “Satu lagi, jangan ada prasangka gara-gara banjir Kadis PU kenyang. Boro-boro, kita belum bisa gunakan dana tanggap darurat. Kita mau menolong tapi harus taat aturan,” pungkasnya.

Sementara banjir kembali merendam pemukiman penduduk serta jalan Provinsi Singkil-Subulussalam, di Desa Ujung Bawang, Singkil. Ketinggian air di badan jalan sekitar 30 centimeter dan terus meningkat. Badan jalan yang terendam banjir sepanjang kira-kira 500 meter, mulai dari depan perumahan Rekompak sampai depan SD 1 Ujung Bawang.

Kondisi itu menyebabkan kendaraan menuju Kota Singkil, dan sebaliknya tak bisa melintas. Antrean kendaraan tanpa mengular terutama dari arah Singkil Utara menuju Singkil. Pengendaraa tak berani melintas karena air banjir yang menyebrang jalan cukup deras. Kemudian terdapat lubang yang bisa membuat kendaraan terperangkap.

Beras bantuan yang disalurkan kepada korban banjir yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil, kurang sekitar 100 ton lebih. Pemkab setempat hanya mampu memenuhi 60 ton dari total bantuan yang harus disalurkan sebanyak 169.404 ton.

Plt Bupati Aceh Singkil, Asmauddin, Rabu (7/12), disela-sela menyalurkan bantuan beras kepada korban banjir di Kecamtan Singkil, mengatakan, pihaknya hanya mampu memenuhi kebutuhan beras selama lima hari dari yang seharusnya 14 hari. “Kebutuhan beras untuk korban banjir 169.404 ton, yang ada hanya 60 ton. Sehingga hanya cukup untuk lima hari, sembilan harinya lagi belum ada,” kata Asmaduddin.

Menutupi kekurang beras, sebut Asmauddin, pihaknya telah mengajukan surat permohonan kepada Plt Gubernur Aceh. Bila tidak juga dapat, pihaknya akan mencari jalan keluar termasuk menggunakan dana APBK. “Namanya permohonan, bisa terkabul bisa tidak, mari kita sama-sama berdoa. Namun kita akan mengupayakan jika tidak terpenuhi dari provinsi, akan kita beli menggunakan dana APBK,” ujar Asmauddin.

Menurut Asmauddin, kebutuhan beras 169.404 ton, sesuai dengan jumlah korban banjir yang mencapai 30.340 jiwa. Masing-masing jiwa mendapat bantuan sekitar 0,4 kilogram dikali 14 hari masa tanggap darurat. “Saya memohon masyarakat bersabar menunggu kekurangan. Kepada keuchik saya perintahkan segera bagikan yang ada, utamakan bagi keluarga kurang mampu,” kata Asmauddin.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved