Tafakur
Membantu Korban Bencana
Kemauan untuk menolong sesama bukan (hanya) karena didorong oleh kaya harta, tetapi lebih karena kaya hati
Oleh: Jarjani Usman
“Barangsiapa meringankan dari seorang mukmin salah satu kesusahan hidupnya di dunia, niscaya Allah akan meringankan salah satu kesusahan hidupnya pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan, niscaya Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai & Ibnu Majah).
Kemauan untuk menolong sesama bukan (hanya) karena didorong oleh kaya harta, tetapi lebih karena kaya hati. Orang yang kaya hatinya, di saat miskin pun, akan tergerak hatinya untuk bersedekah. Orang yang kaya hati memiliki rasa simpati dan keikhlasan yang tinggi, apalagi saat mendapati orang-orang yang sedang terkena musibah.
Orang-orang yang hatinya ikhlas tak akan tega membiarkan saudara-saudaranya hidup dan beribadah tanpa makanan, minuman, penerang dan selimut. Lebih-lebih bila membayangkan keadaan diri sendiri ketika musibah datang pada waktu yang tak disangka-sangka. Musibah bisa menimpa siapa saja; kalau hari ini mereka, lain kali kita.
Jadi tak baik kikir karena merasa diri sendiri sudah aman hidup dengan harta banyak. Di saat musibah datang, dalam sekejap harta itu bisa musnah, dan yang paling dibutuhkan bantuan orang lain dalam jumlah yang cukup dan sesegera mungkin.
Karena itu, mari menyumbang untuk saudara-saudara kita dengan mengharap ridha Allah. Apalagi Allah berjanji akan surga seluas langit dan bumi bagi orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit (QS. Ali Imran: 133-134).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tafakur_20160919_092006.jpg)